Nicole Kosasih Widjaja Jatuh Cinta sama Balet hingga ke San Fransisco
Nicole cerita mulai mengikuti program fulltime di sekolah tari Marlupi Dance Academy sejak usianya menginjak 12 tahun di awal pandemi.
"3 tahun lulus dari sini, aku dapat beasiswa ke San Fransisco Ballet School selama 3 tahun, sekarang sudah lulus dari sana, dan tahun depan mulai ke Atlanta Ballet 2, company profesional di bidang balet," terang Nicole saat ditemui di studio MDA di kawasan Greenvile, Jakarta Barat, Kamis (4/6/2026).
Sejak kecil, saat pertama melihat seseorang menari balet, Nicole ngaku sudah jatuh cinta. Tarian yang memakai kostum yang indah, lekukan tubuh balerina, teknik tarian yang bisa mencapai batasnya, sudah bikin ia kepincut.
"Aku juga mikir walaupun latihannya susah sampai nangis-nangis, aku tetap datang tiap hari. Karena rasanya tuh aku bisa mengekspresikan diri saat aku menari dan rasanya tuh kayak its feel so good dan makes me happy," terangnya.
Setiap kali ia bertemu dengan teknik baru, Nicole selalu penasaran sejauh apa sih ia bisa menarikannya. "Selalu mau tahu, apa yang bisa next-nya, cara aku gerak juga. How far I can move and also looking for 'ciri khas' aku," sambungnya.
"Aku tuh selalu yakin gak ada limitnya. Pasti selalu ada ruang space to grow, like, everyday. I dunno, there is no limit," ucap Nicole.
Sepanjang hidupnya selalu menari, perempuan yang kini berusia 18 tahun itu mengatakan setiap kali burnout, ia lebih memilih untuk melukis. Kehidupan yang normal di antara menari balet dan aktivitas sehari-hari juga jadi hal yang paling menarik.
Setiap harinya mulai pukul 09.30 pagi, Nicole sudah mulai latihan menari balet sampai sore, lalu break sebentar, dan lanjut hingga pukul 21.00 atau 22.00 WIB.
"Kadang kalau burnout itu kayak aku merasa I can't do anything anymore. Capek kan, I have to tell myself, worth it kok itu semua, worth it in the end," ucapnya tersenyum.
Nicole menjadi salah satu penari dalam pentas The GALA persembahan IDCO. Dalam rangka perayaan satu dekade-nya, Nicole bakal unjuk gigi dalam dua nomor tarian yakni Etudes dan Don Quixote, yang digelar di GKJ, Pasar Baru, Jakarta, pada 6-7 Juni 2026.
(tia/aay)











































