Figur Haruu dalam Lukisan-lukisan Han Chandra Dipajang di Artsphere Gallery
Pria yang berprofesi sebagai model dan sudah malang melintang di dunia fesyen Indonesia, China, Thailand, dan Jepang ini menggelar pameran tunggal yang dibuka untuk umum mulai 23 Mei 2026. Eksibisi yang mengusung judul Tanadiri atau I am Forest, menampilkan 13 lukisan cat akriklik dan 8 collectibe art toys.
Ide pameran ini bermula dari kegemaran Han Chandra untuk berkebun di sela profesinya sebagai model. Baginya, berkebun bukan sekadar aktivitas kosongan semata.
"Karena aku memang memiliki hobi berkebun, yang ternyata banyak belajar dari tanah dan tumbuhan. Ada siklus tiada henti, dari benih, tunas, berbuah, mati lalu jadi kompos. Ada manfaatnya dan terus berputar," katanya saat media preview di Artsphere Gallery, Jumat (22/5/2026).
Konsep dengan tanah dan tumbuhan itu mulai digodoknya pada November 2024. Ia memulai mendiskusikannya dengan kurator Ve Handoyo sampai sketsanya dibuat mulai Februari 2025. Momen itu jadi pijakan awal penciptaan dalam berkarya. Sebagian lukisan pun ada yang sudah dipamerkan di Unknown Asia 2025, Osaka, Jepang.
Pameran Lukisan Han Chandra Foto: Tia Agnes/detikcom |
Han cerita judul tema Tanadiri berasal dari kata 'tanah' dan 'diri'. Ia sengaja memilih kata Tanadiri sebagai representasi dari kegemarannya tersendiri. Tanadiri pun jadi tumpahan kerinduan, kegelisahan, dan luapan keresahan akan relasi antar manusia dan alam. Dalam setiap karya, ia menyelipkan figur bernama Haruu yang jadi representasi antara idealisme kesatuan manusia dan alam.
"Memang temanya ini midnight, karena kadang-kadang mungkin kita lupa untuk beristirahat padahal pertumbuhan itu bertumbuh paling maksimal saat istirahat atau malam," katanya.
Contohnya saja, dalam lukisan Beautiful is Wait, Han seakan ingin menampilkan kegelisahan, kesedihan, dan pemikiran yang mendalam. Figur Haruu digambarkannya sedang bersujud dan seakan menyerahkan diri sama halnya dengan karya 3Dimensi yang jadi sentral dalam Artsphere Gallery.
"Saya suka karena merenung ya, temanya grounding. Ada banyak refleksi, dan kayaknya dalam fase yang sekarang ada dalam penantian. Ada sesuatu yang lebih indah dari yang dipikirkan," ungkapnya.
Melihat belasan lukisan-lukisan Han Chandra, pengunjung seakan diajak untuk berhenti sejenak di tengah riweuh-nya kota Jakarta yang gak pernah berhenti 24 jam. Karyanya mengajak untuk menyentuh dan merenungi berbagai hal yang ada.
Lukisan Han Chandra pun seakan bicara kepada mereka yang datang ke eksibisinya, untuk rileks dan cooling down dalam menghadapi hari. Jika karyanya diamati lama-lama pun bakal bikin hati tambah adem.
Sosok Han Chandra tak hanya merambah panggung busana dan dunia fesyen saja, namun ia juga mengajar modelling untuk anak-anak dan aktif dalam gerakan sosial. Han Chandra juga sukses menerbitkan dua buku cerita anak.
Sebelumnya, Han Chandra pernah menggelar pameran tunggal bertajuk Teduh yang diselenggarakan di Jakarta dan Bali pada tahun 2018.
Pameran tunggal Tanadiri (I am Forest) berlangsung mulai 23 Mei hingga 23 Juni 2026. Merapat, detikers!
(tia/dar)












































