3 Novelis Masuk Daftar 100 Sosok Paling Berpengaruh Versi TIME

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Penulis The Housemaid Freida McFadden
Foto: Istimewa
Jakarta - Majalah TIME resmi mengumumkan 100 sosok paling berpengaruh setiap tahunnya. Gak cuma Jennie BLACKPINK sampai Dakota Johnson saja yang masuk dalam daftar namun ada juga novelis.

Tiga novelis masuk dalam daftar 100 Sosok versi TIME. Penulis pertama adalah Freida McFadden yang dinominasikan oleh pencipta Fifty Shades, E.L. James.

Dalam tulisannya, E.L. James menyebut penulis yang lagi naik daun itu sebagai seorang yang manis dan pemalu. Tapi ia punya pikiran yang gelap, mampu merangkai kisah yang tampak sederhana jadi cerita psikologis menakutkan seperti The Housemaid.

"Latar belakangnya mungkin familiar bagi pembaca: rumah di pinggiran kota, pernikahan yang nyaman, rutinitas rumah tangga-tetapi dengan McFadden, tidak ada yang seperti yang terlihat. Secara bertahap ia meningkatkan ketegangan, dengan tema-tema sensitif seperti gaslighting, hubungan yang penuh kekerasan, manipulasi, dan balas dendam. Ia membawa teror ke rumah, menumbangkan hal-hal yang familiar, hingga Anda tidak dapat mempercayai siapa pun," tulisnya.

Novelis kedua adalah Yiyun Li yang dinominasikan oleh Salman Rushdie. Ia menuliskan lebih dari 20 tahun yang lalu, kumpulan cerpen pertamanya A Thousand Years of Good Prayers disebut sebagai karya dari penulis berbakat.

"Sastra Amerika belakangan ini sangat diperkaya oleh suara-suara baru dari mana saja-Chimamanda Ngozi Adichie dari Nigeria, Viet Thanh Nguyen dari Vietnam, dan dari Tiongkok, Yiyun Li, yang kini berada di jantung kelompok brilian ini," tulisnya.

Ia menuliskan kehidupan Yiyun Li ditandai oleh tragedi mengerikan karena kehilangan dua putra karena bunuh diri. Ia pun menerimanya dengan tindakan yang radikal lewat sebuah memoar hingga meraih Penghargaan Buku Nasional, Things in Nature Merely Grow.

"Memoar ini menggabungkan kecerdasan tinggi dengan pengendalian emosi yang luar biasa, menghormati orang yang telah meninggal sambil juga bersikeras pada kehidupan. Saya tidak tahu bagaimana ia melakukannya, tetapi saya kagum," tulisnya.

Nah, novelis terakhir ada Tayari Jones yang mengembangkan jalannya sendiri dalam fiksi Amerika. Cerita remajanya yang sensitif berubah jadi kehidupan seorang perempuan kulit hitam. Ia juga menyelipkan isu-isu sosial dan momen-momen dalam hidupnya.

"Berdiri dalam tradisi para aktivis hak sipil dan penulis kebangkitan sastra perempuan kulit hitam akhir abad ke-20, ia mengenakan warisan ini seperti mahkota. Tayari membangun warisan sambil membina sesama penulis dan memukau para pembacanya dengan keanggunan, pesona, ketenangan, dan senyum yang cemerlang," tulis seorang profefor Harvard, Perry.




(tia/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO