Sinta Tantra Masuk Daftar Finalis Sovereign Asian Art Prize 2026
Lahir di New York dari orang tua Bali, dan dibesarkan di London, praktik berkarya Sinta Tantra dibentuk oleh perspektif transnasional. Ia mengeksplorasi warna, cahaya, dan geometri berpotongan.
Perempuan lulusan Shade School of Fine Art dan Royal Academy Schools ini banyak memamerkan karyanya di berbagai platform internasional khususnya Liverpool Biennial, Folkestone Triennial, dan Karachi Biennale.
Karya seni ciptaannya juga tersimpan dalam koleksi di Museum MACAN, Government Art Collection di Inggris, dan Louis Vuitton Collection.
Karyanya terpilih dari 250 karya seni yang masuk. Daftar finalis tahun ini menyatukan 30 seniman dari 12 negara dan wilayah, yang mencerminkan luas keragaman praktik kontemporer saat ini.
Dalam keterangan pers dari ISA Art Gallery, Sinta Tantra yang ikut serta dalam ajang kompetisi ini menempatkannya di antara kelompok seniman internasional yang kuat.
"Karyanya menandai tonggak penting dalam keterlibatan yang berkelanjutan dengan audiens global," tulisnya, Rabu (15/4/2026).
Karya seni ciptaan Sinta Tantra yang lolos seleksi berjudul From The Red Series: In My Memory for Life. Karya yang dinominasikan muncul dalam Seri Merah, yang bentuk organik dan gerakan cair di bawa ke dalam bidang luminositas yang tinggi.
Dikenal mahir dengan tempera di atas linen, dan daun emas 24 karat, komposisinya berpusat pada bentuk melingkar yang berulang dan membangkitkan siklus, benda langit, dan keadaan meditatif.
Karya-karya finalis akan dipresentasikan dalam dua pameran publik di Hong Kong mulai 24 April hingga 3 Mei di H Queen's, dan mulai 12 hingga 15 Mei di kantor pusat Phillips Asia di Distrik Budaya Kowloon Barat.
(tia/wes)











































