Identitas Banksy Terungkap?
Hasil laporan tersebut mengklaim telah menemukan bukti kuat mengenai identitas asli sang seniman yang selama ini dijaga sangat ketat.
Investigasi bertajuk "In Search of Banksy" ini tidak hanya mengandalkan spekulasi, melainkan penelusuran dokumen hukum dan perjalanan fisik lintas benua. Titik terang muncul dari sebuah dokumen lama di Amerika Serikat.
Reuters menemukan catatan penangkapan polisi di Manhattan, New York, pada 2000. Dalam dokumen tersebut, terdapat pengakuan tertulis tangan yang ditandatangani oleh seorang pria bernama Robin Gunningham.
Penangkapan itu terjadi saat Gunningham tertangkap tangan sedang menggambar di sebuah papan iklan-sebuah insiden yang juga pernah diceritakan oleh mantan manajer Banksy, Steve Lazarides, dalam bukunya tanpa menyebutkan nama asli sang artis.
Laporan ini memperkuat teori lama dari 2008 yang sempat menyebut nama Gunningham. Namun, yang baru dari investigasi 2026 ini adalah temuan bahwa Banksy telah "menghapus" identitas Robin Gunningham secara hukum untuk melindungi anonimitasnya.
Menurut penelusuran dokumen publik, pria yang diduga Banksy ini kini hidup dengan nama yang sangat umum di Inggris: David Jones.
Penggunaan nama "David Jones" ini dinilai sebagai langkah jenius untuk bersembunyi di balik keramaian, mengingat ada ribuan orang dengan nama tersebut di Inggris, sehingga hampir mustahil untuk dilacak secara administratif.
Investigasi ini juga melacak perjalanan Banksy ke Ukraina pada akhir 2022 untuk membuat mural di reruntuhan bangunan akibat perang.
Data imigrasi menunjukkan bahwa seorang pria bernama David Jones menyeberang ke Ukraina pada waktu yang bersamaan dengan munculnya karya-karya Banksy di sana.
Ia kabarnya bepergian bersama fotografer Giles Duley dan musisi Robert Del Naja (dari grup Massive Attack), yang selama ini juga sering dicurigai sebagai Banksy.
Pengacara lama Banksy, Mark Stephens, menanggapi laporan ini dengan keberatan. Meskipun ia tidak secara eksplisit membenarkan atau membantah nama-nama tersebut, Stephens mendesak agar hasil investigasi ini tidak dipublikasikan.
"Bekerja secara anonim adalah bagian vital dari kepentingan sosial. Hal ini melindungi kebebasan berekspresi dan memungkinkan kreator untuk menyuarakan kebenaran tanpa takut akan pembalasan atau persekusi," ujar Stephens.
Ia juga memperingatkan bahwa pengungkapan identitas ini bisa membahayakan keselamatan sang seniman dan merusak nilai seni dari karya-karyanya.
Bagi banyak pakar seni, temuan Reuters ini dianggap sebagai bukti paling konkret sejauh ini yang menghubungkan titik-titik antara Robin Gunningham, "David Jones", dan Banksy.
Namun, bagi para penggemarnya, Banksy mungkin akan tetap menjadi simbol perlawanan anonim, terlepas dari apa pun nama yang tertera di paspornya.
(ass/nu2)











































