Konflik 2 Negara Memanas, Detective Conan Diboikot di China!

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Detective Conan: The First of Blue Sapphire (2019).
Foto: dok. IMDb
Jakarta - Konflik antara China dan Jepang semakin memanas. Kini giliran Detective Conan yang diboikot di negara China mulai dari tayangannya, merchandise, hingga larangan costume player (cosplay) di sejumlah acara.

Di festival anime tersebut, pengunjung yang jadi cosplayer dan memakai atribut Jepang dilarang masuk oleh petugas keamanan. Larangan itu dianggap agar menciptakan 'suasana yang kondusif'.

Hal yang sama juga festival anime di Chongqing yang melarang cosplayer, penjualan merchandise dari karakter terpopuler Pokemon.

Sejak awal Februari, konten Detective Conan juga dilarang untuk penjualan merchandise di festival anime di dua kota tersebut. Konflik juga memanas setelah adanya kolaborasi antara Detective Conan dan My Hero Academia, yang dianggap buka kembali ingatan sejarah perang dan kekejaman Jepang di masa lalu.

My Hero Academia sebelumnya sempat diboikot di berbagai platform streaming di China. Salah satu karakter antagonisnya, Maruto Shiga dan berkaitan dengan sejarah yang terjadi di China.

Maruta yang berarti kayu gelondongan adalah istilah sandi yang dipakai buat menyebut korban eksperimen manusia. Kata 'Shiga' merujuk pada Kiyoshi Shiga, seorang bakteriolog Jepang ternama yang menemukan bakteri penyebab penyakit pada 1897.

FYI nih detikers, Maruto Shiga merujuk pada Unit 731, yakni operasi rahasia Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang terkenal mereja. Mereka melakukan eksperimen pada manusia dalam penelitian senjata biologis dan kimia di China Timur Laut.

Gara-gara hal tersebut, China memboikot kolaborasinya dalam rangka peringatan 30 tahun serial Gosho Aoyama dan perayaan satu dekade My Hero Academia.

Awal Mula Konflik China dan Jepang

Permasalahan konflik yang terjadi di China dan Jepang mulai memanas setelah PM Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan pernyataan yang kontroversial soal Taiwan. Ia menyatakan serangan bersenjata terhadap Taiwan bisa menjadi dasar bagi Jepang untuk mengerahkan pasukan sebagai bentuk pertahanan kolektif.

China marah atas sikap tersebut, menganggapnya mencampuri urusan dalam negeri, dan menegaskan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan untuk mempertahankan klaimnya atas Taiwan.

China menghentikan penayangan beberapa film anime Jepang, termasuk film dari Crayon Shin-chan (Crayon Shin-chan the Movie: Superhot The Spicy Kasukabi Dancer) yang dijadwalkan tayang pada akhir 2025. Demon Slayer: Infinity Castle juga tayang terbatas.

Pemerintah China juga melarang warganya menonton anime tertentu dan melakukan pembatasan ketat terhadap konten Jepang. Laporan menyebutkan 38 judul anime dilarang berpartisipasi dalam event di China (seperti ChinaJoy 2025), termasuk Death Note, Tokyo Ghoul, dan Attack on Titan.


(tia/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO