Manga Vs Manhwa di Era Digital, Mana yang Lebih Nyaman Dibaca?
Platform manhwa lagi jadi omongan karena penayangan anime Solo Leveling dan Tower of God yang sukses besar-besaran. Adaptasi dari manhwa asal Korea Selatan ini jadi sorotan bahkan sudah diakui mendunia.
Di antara manhwa vs manga, mana yang sih yang bikin kamu nyaman buat dibaca?
Baca juga: 2026 Diawali Kekecewaan bagi Solo Leveling |
1. Sejarah Manhwa dan Manga
Manga di Jepang punya sejarah panjang namun kabarnya bisa ditelusuri di era pasca Perang Dunia kedua. Manga Astro Boy dan Kimba the White Lion karya Osamu Tezuka, dan Sazae-san karya Machiko Hasegawa tercatatkan sebagai manga terpopuler di awal masa kejayaan manga.
Konsep manga secara garis besar telah ada selama berabad-abad sebelumnya dengan gulungan bergambar yang sudah ada sejak Periode Edo (1603-1868).
Tapi kata 'manga' dan industrinya di Jepang mulai terbentuk sejak 1945. Gimana dengan manhwa?
Manhwa Korea sudah ada dan istilahnya masuk ke dalam leksikon sejak dekade 1920-an. Manhwa merujuk pada kartun anak-anak dan mulai populer selama Perang Korea. Tapi manhwa yang belakangan ini dikenal dalam industri sebagai webtoon baru dicetuskan di awal dekade 2000-an.
Manhwa dan webtoon sejak saat itu menjadi sinonim, meskipun webtoon sekarang umumnya digunakan untuk merujuk pada komik digital.
2. Perbedaan Manhwa dan Manga
Selain bedanya dari negara Korea dan Jepang, ada faktor pembeda lainnya loh detikers. Salah satunya adalah struktur dan pola baca. Manga terbit dengan pandel khasnya, dibaca dari kanan ke kiri. Tapi banyak manga seperti Dragon Ball yang punya tanda panah kecil di bagian atas setiap halaman yang menunjukkan arah harus dibaca.
Sementara itu, manhwa dan webtoon sepenuhnya diproduksi secara digital. Biasanya juga berwarna, dan cuma segelintir yang black and white.
Manhwa disusun untuk pengguliran digital dan dibaca secara vertikal dari atas ke bawah. Aksesibilitas yang mudah ini membuat manhwa dan webtoon mendapat julukan populer "smartoon" di Jepang.
3. Gaya Seni Manhwa dan Manga
Mengenai perbedaan gaya seni antara keduanya, manga biasanya memiliki lebih banyak variasi dalam hal desain karakter, gaya seni, dan cerita. Masing-masing mangaka menambahkan gaya unik mereka sendiri.
Tapi manhwa punya gaya seni yang cenderung campur aduk dalam setiap genre, kecuali Noblesse yang beragam. Genre fantasi aksi biasanya menampilkan karakter dengan dagu lancip, rambut tebal, dan mata lancip, seperti Solo Leveling dengan fantasi kekuatan dan cerita balas dendam yang paling umum dalam hal alur cerita.
(tia/pus)











































