Mangaka Gege Akutami Buka Suara Soal Perubahan Besar di Season 3
Gege Akutami kembali dengan sekuel, Jujutsu Kaisen Modulo yang mengikuti karakter baru 69 tahun setelah Arc Culling Game. Dalam setiap chapter manga, Gege Akutami selalu berbagi pemikirannya kepada penggemarnya.
Setelah penerbitan manga Jujutsu Kaisen Modulo chapter 20 pekan lalu, Gege Akutami akhirnya buka suara. Ia memuji perubahan gaya seni dalam versi adaptasi animenya.
Baca juga: 6 Anime yang Lebih Baik dari Versi Manga |
"Nuansa seninya telah berubah dengan anime Culling Game! Rasanya seperti lukisan dan sangat bagus," kata Gege Akutami, dilansir dari Comicbook.
Season ketiga anime dipuji karena pendekatannya yang unik terhadap cerita, dengan animasi dan visual yang menakjubkan. Tentu saja, ia punya pendapat yang sama dengan penggemar lainnya.
Di season ketiga, fokus pada akibat dari insiden Shibuya, yang mengubah dunia jujutsu. Setelah Satoru Gojo disegel dan para penyihir dipaksa untuk bertarung, Tokyo mengalami banyak korban, tetapi pertarungan masih jauh dari kata selesai.
Kenjaku, dalang di balik Insiden Shibuya, juga mengatur pertarungan besar-besaran yang disebut Permainan Pemusnahan untuk mengadu para penyihir satu sama lain.
Musim ketiga anime ini dimulai dengan Arc Pemusnahan Itadori, saat Yuta Okkotsu membunuh Yuji Itadori sesaat dan menghidupkannya kembali menggunakan Teknik Kutukan Terbalik. Meskipun itu langkah berisiko, ia membantu Yuji menghindari pengawasan para petinggi. Episode berikutnya mengikuti balas dendam Maki terhadap Klan Zenin setelah kematian saudara kembarnya.
Anime ini akhirnya menyiapkan pertarungan besar-besaran yang telah ditunggu-tunggu para penggemar. Pertarungan ini akan lebih intens dari sebelumnya, dan para penggemar juga akan diperkenalkan kepada beberapa karakter baru.
Kenjaku telah berhasil memaksa sekitar 1.000 penyihir ke dalam permainan maut ini, banyak di antaranya adalah penyihir yang baru terbangun atau inkarnasi dari penyihir kuno.
(tia/tia)











































