Dragon Ball Kena Sensor di Arab Saudi Soal Kera Besar Saiyan
Sepanjang cerita, Kera Raksasa Dragon Ball dipercaya menjembatani antara Dragon Ball dan Dragon Ball Z. Transformasi Kera Raksasa telah menjadi bentuk yang lebih marginal selama bertahun-tahun, terutama setelah Dragon Ball Z menemukan kekuatan Super Saiyan.
Ras Saiyan yang masih punya ekor berubah jadi Kera Raksasa setiap kali melihat bulan purnama. Nah, di dubbing bahasa Arab-nya masih menampilkan gorila raksasa dengan beberapa revisi.
Adegan transformasi karakter disensor dan, sebagai gantinya, Saiyan memanggil Kera Raksasa mirip mesin buatan untuk bertarung bagi mereka melalui beberapa pengeditan kreatif.
Di versi Arab Saudi, editannya menolak mengakui Saiyan dan Kera Raksasa adalah individu yang sama. Penonton menganganggap Kera Raksasa Vegeta berpakaian persis sama dengannya, dan mereka punya pertempuran yang identik.
Perubahan pada Kera Raksasa ini kemungkinan merupakan perluasan dari perubahan lain dalam dubbing bahasa Arab Dragon Ball saat ekor Goku dan populasi Saiyan secara umum terungkap sebagai buatan.
Ekor Goku sebenarnya bukan bagian biologis dari dirinya, dan informasi ini juga menyamakan Saiyan dengan mesin. Nah, perubahan ini juga punya efek domino yang mengubah aspek lain dari narasi Dragon Ball.
Misalnya saja, karakter Frieza dalam dubbing Arab tidak didorong oleh rasa takut akan potensi Super Saiyan. Sebaliknya, ia khawatir bahwa gerombolan gorila buatan raksasa mungkin akan menyerangnya. Dengan memisahkan Saiyan dan Kera Besar hingga tingkat seperti itu, motivasi Frieza juga berubah, dengan Saiyan menjadi lebih bersifat tambahan dalam prosesnya.
Baca juga: Akhir dari Era Anime Mingguan |
(tia/dar)











































