Kreator Attack on Titan Ngaku Gak Bisa Kerja Lagi Setelah Attack on Titan

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Cuplikan adegan ending Attack On Titan.
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Pengakuan mengejutkan datang dari kreator Attack on Titan (AoT), Hajime Isayama. Manga AoT yang diadaptasi ke anime pada 2013 setelah empat tahun debut komiknya, berhasil menyentuh hati para penggemar.

Tapi kisah AoT berakhir dengan tragis yang menuai pro-kontra. Banyak penggemar kecewa dengan ending manga, sampai bikin studio produksinya berganti di season ketiga saat WIT Studio gak bisa komitmen di jadwal yang ketat.

Studio MAPPA berhasil mengadaptasi musim terakhir anime, dengan kualitas animasi yang berhasil bikin populer. Berkat adaptasi yang luar biasa, musim terakhirnya ada timeskip empat tahun dan terbagi jadi dua bagian dan dua episode spesial.

Meskipun cerita utamanya telah rampung, pada 9 Januari 2026 versi remaster Dolby Cinema dari Attack on Titan: The Final Chapter - The Last Attack tayang di bioskop.

Di atas panggung saat hari pembukaan, Hajime Isayama menyampaikan pesan khusus bagi penggemarnya. Dilansir dari situs Oricon, bersama dengan Eren Yeager (Yuki Kaji), Mikasa Ackerman (Yui Ishikawa), dan Armin Arlet (Marina Inoue), mereka berdiri berdampingan.

"Bertahun-tahun telah berlalu sejak serialisasi manga dan penayangan anime berakhir, tetapi saya tidak lagi bekerja," katanya, pada Senin (12/1/2026).

"Saya sesekali diminta buat gambar ilustrasi dan menandatangani autograf. Saya telah membantu proyek Breeze Kaji-san, tetapi saya tidak lagi menggambar setiap hari," tegasnya.

Dia pun melanjutkan, "Tapi saya sama sekali gak menjalani kehidupan yang memanjakan diri. Saya sibuk setiap hari. Percayalah pada saya, kehidupan sehari-hari saya jauh dari kehidupan yang saya impikan sejak bikin serialisasi."

Isayama juga bilang merasa lelah setelah kesuksesan AoT. Tapi jika ia gak sesibuk seperti sekarang, dia bilang gak akan bisa menulis sesuatu seperti AoT lagi.

"ika saya mencoba menulis sesuatu, itu akan berakhir menjadi potongan dari salah satu elemen yang saya gambar di Attack on Titan. Saya pikir serialisasi pertama ini seperti itu, di mana saya mencurahkan semuanya sampai saya benar-benar kosong," ucapnya.

Bahkan selama serialisasi manga, penulis merasa terkekang dan kelelahan hingga cerita mencapai akhir yang kontroversial. Ia bergumul dengan perasaan berat selama reaksi negatif penggemar, berharap bisa mengubah akhir cerita. Ini adalah salah satu alasan mengapa ia aktif berpartisipasi dalam produksi anime dan menulis adegan-adegan orisinal.

(tia/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO