Selamat Datang Eranya Reboot Anime
Sebut saja anime shoujo seperti Fruits Basket dan Sailor Moon sampai genre shonen di antaranya Dororo, Ranma 1/2, dan Devilman, semuanya berhasil dapatkan reboot.
Sebagian besar remake ini bergantung pada faktor nostalgia yang terkait dengan seri aslinya. Sementara beberapa reboot anime baru dipuji karena adaptasinya yang jujur terhadap manga, yang lain mendapat kritik karena ketidakberhasilannya.
Setiap remake anime klasik adalah pertaruhan dengan risiko jauh lebih rendah daripada produksi asli. Nostalgia yang terkait dengan anime ini menjamin bahwa penggemar setia mereka bakal kembali nonton.
Sayangnya, gak semua reboot bisa diterima dengan baik. Contohnya saja, Sailor Moon Crystal mendapat reaksi negatif dari penonton karena terasa terlalu hampa dibandingkan dengan pendahulunya.
Remake Shaman King pada tahun 2021 juga gagal memikat penggemar. Digimon Adventure (2020) juga dikritik karena karakter-karakternya yang datar dan masalah alur cerita.
Banyak anime lama yang belum selesai karena kurangnya materi sumber atau diakhiri secara tiba-tiba karena kurangnya dana. Anime seperti Ouran High School Host Club tidak pernah mendapatkan musim kedua meskipun merupakan anime klasik yang populer.
Sebagian besar anime lama punya episode pengisi atau akhir yang terburu-buru. Ending cerita asli juga dibuat untuk mengatasi kurangnya chapter di manga untuk diadaptasi. Anime reboot seperti Fullmetal Alchemist Brotherhood mengatasi masalah ini dan memastikan untuk mengadaptasi cerita dengan setia dari awal hingga akhir.
Hunter x Hunter (2011) adalah contoh yang baik dari remake yang tidak hanya mengadaptasi materi sumber dengan setia tetapi juga memolesnya, sehingga mendapatkan kepercayaan dari penggemar. Tahun ini, sepertinya bakal ada lebih banyak reboot anime yang bakal menghapuskan dahaga para pencinta pop culture Jepang.
(tia/tia)











































