Happy Salma Jamin Teater Bunga Penutup Abad Lebih 'Segar' dan Beda

Produser Titimangsa, Happy Salma, ngomong hal tersebut saat diwawancarai redaksi detikpop di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada Kamis (21/8).
"Tentunya ada perubahan, ada beberapa adegan yang dikurangi, set panggung, tata artistik, komposer juga berubah. Mungkin juga memberikan kesegaran yang lain," kata Happy Salma.
Baca juga: 20 Tiket Konser GRATIS Buat detikers! |
Di produksi kali ini, Happy Salma kembali 'turun gunung' jadi Nyai Ontosoroh. Karakter yang kembali membuatnya teringat akan sosok Pramoedya Ananta Toer yang dekat dengannya secara personal.
"Sebagai aktor jadi tertantang, serupa tapi gak sama. Tapi malahan tricky," tegasnya.
Di hari yang sama, Happy Salma hadir di detikPagi dan kembali ngobrol soal pementasan teater Bunga Penutup Abad. Ia cerita pertunjukannya masih relevan dan kontekstual di masa kini.
"Aku merasa buku sastra Indonesia bagus-bagus sekali, dicermati, dibaca saksama, jadi kayak gak takut menghadapi hidup ke depannya. Tentang kehidupan dan perasaan manusia, kita merasa gak sendirian di depan sana. Pertunjukan ini bukan hanya nunjukkin yang indah-indah tapi juga kesadaran berbangsa dengan bahasa yang indah sekali," ungkap Happy Salma.
Teater Bunga Penutup Abad berlatarkan dekade 1900an, saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda, dan Jakarta dengan Batavia. Hiduplah seorang Minke yang lantang dan bersuara lewat tulisan-tulisannya. Minke pun jatuh hati dengan Annalies dan berjumpa dengan Nyai Ontosoroh. Jalinan cerita pun terjalin.
"Kita akting live di atas panggung, live orkestra, tantangannya luar besar sekali. Kami memaknai teks dan blocking, merasakan sensasi panggung di hadapan penonton," tukasnya.
(tia/aay)