7 Bandara di Jawa Timur, Apa Saja yang Berstatus Internasional?

7 Bandara di Jawa Timur, Apa Saja yang Berstatus Internasional?

Myesha Fatina Rachman - detikJatim
Selasa, 20 Okt 2026 13:15 WIB
Penumpang dan pesawat di Bandara Juanda Sidoarjo
Penumpang dan pesawat di Bandara Juanda Sidoarjo. Foto: Suparno/detikJatim
Surabaya -

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang menjadi pusat perekonomian dan pariwisata di Indonesia. Mobilitas masyarakat, wisatawan, hingga pelaku bisnis didukung oleh berbagai moda transportasi, salah satunya melalui jalur udara.

Salah satu bandara yang menjadi pintu masuk utama ke Jawa Timur adalah Bandara Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, terdapat sejumlah bandara lain yang melayani kebutuhan transportasi udara di berbagai wilayah, mulai dari Malang, Banyuwangi, Jember, hingga Pulau Bawean di Kabupaten Gresik.

Bandara Jawa Timur

Lantas, apa saja bandara yang ada di Jawa Timur, dan apa saja yang sudah berstatus bandara internasional? Berikut daftar tujuh bandara beserta lokasi dan informasi penerbangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Bandara Internasional Juanda Surabaya

Ada pembatasan pintu kedatangan dalam perjalanan internasional. Untuk Jalur udara, pintu kedatangan yang dibuka hanya Bandara Soekarno Hatta dan Sam Ratulangi Manado.Bandara Internasional Juanda Surabaya Foto: Suparno

ADVERTISEMENT

Bandara Internasional Juanda merupakan salah satu bandara utama di Jawa Timur yang berlokasi di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Meskipun menggunakan nama Surabaya, bandara ini secara administratif berada di wilayah Sidoarjo.

Bandara Juanda melayani penerbangan domestik maupun internasional. Keberadaannya mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi dan pariwisata di Surabaya, dan sejumlah daerah di sekitarnya.

Sejumlah maskapai beroperasi di bandara ini, di antaranya Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink, Batik Air, dan AirAsia. Rute penerbangan yang tersedia menghubungkan Surabaya dengan berbagai kota di Indonesia, maupun sejumlah destinasi luar negeri.

Untuk akses darat ke lokasi, penumpang dapat menggunakan taksi, transportasi online, atau layanan bus yang tersedia sesuai rute dan jadwal operasional. Bandara Juanda menjadi salah satu pilihan utama bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Surabaya dan wilayah Jawa Timur lainnya.

2. Bandara Abdul Rachman Saleh Malang

Bandara Abdulrachman Saleh.Bandara Abdulrachman Saleh. Foto: Muhammad Aminudin/detikcom

Bandara Abdul Rachman Saleh terletak di Kabupaten Malang. Sebelum menggunakan nama tersebut, bandara ini dikenal sebagai Lapangan Terbang Bugis.

Bandara ini menjadi salah satu akses transportasi udara bagi masyarakat yang hendak menuju Malang dan kawasan wisata Kota Batu. Keberadaannya membantu menghubungkan wilayah Malang Raya dengan sejumlah kota lain melalui penerbangan domestik.

Bandara Abdul Rachman Saleh memiliki dua landasan pacu dengan panjang masing-masing sekitar 1.500 meter dan 2.300 meter. Keduanya memiliki peruntukan yang berbeda sesuai karakteristik pesawat yang dilayani.

Sejumlah rute yang dilayani mencakup Jakarta, Denpasar, dan Yogyakarta. Maskapai serta tujuan penerbangan dapat berubah mengikuti kebijakan operasional dan permintaan pasar.

3. Bandara Notohadinegoro Jember

Bandara Notohadinegoro Jember.Bandara Notohadinegoro Jember. Foto: Istimewa)

Bandara Notohadinegoro berada di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Bandara ini diresmikan pada 2014, dan menjadi salah satu fasilitas transportasi udara yang mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Jember dan sekitarnya.

Sejak awal beroperasi, bandara ini melayani penerbangan yang menghubungkan Jember dengan Bandara Internasional Juanda Surabaya. Keberadaan rute tersebut memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang hendak menuju Surabaya maupun melanjutkan perjalan ke kota lain.

Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyebut Bandara Notohadinegoro juga melayani rute reguler Jakarta-Jember pulang-pergi. Selain penerbangan reguler, bandara ini juga menerima penerbangan tidak berjadwal dari Jakarta dan Sumatera.

Bandara Notohadinegoro berperan dalam mendukung kegiatan ekonomi dan pariwisata Jember. Wilayah ini dikenal memiliki berbagai destinasi wisata, termasuk kawasan pantai dan perkebunan yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.

4. Bandara Banyuwangi

Bandara Blimbingsari Banyuwangi.Bandara Blimbingsari Banyuwangi. Foto: Eka Rimawati/detikJatim

Bandara Banyuwangi sebelumnya dikenal dengan nama Bandara Blimbingsari. Bandara ini terletak di Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dan mulai beroperasi pada 2010.

Bandara tersebut menjadi salah satu akses udara menuju kawasan ujung timur Pulau Jawa. Keberadaannya mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mempermudah wisatawan yang hendak mengunjungi berbagai destinasi di Banyuwangi.

Bandara Banyuwangi melayani penerbangan komersial dengan rute menghubungkan Banyuwangi dengan Jakarta dan Surabaya yang dapat berubah mengikuti jadwal maskapai. Sejumlah maskapai yang pernah melayani penerbangan di bandara ini, antara lain Citilink, Garuda Indonesia, dan Wings Air.

5. Bandara Harun Thohir Gresik

Bandara Harun Thohir Gresik.Bandara Harun Thohir Gresik. Foto: Istimewa (Dok BMKG Bawean)

Bandara Harun Thohir merupakan bandara yang terletak di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Bandara ini berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat di pulau yang terpisah dari daratan utama Jawa tersebut.

Sebelum tersedianya akses udara, perjalanan menuju Pulau Bawean sangat bergantung pada transportasi laut. Kehadiran bandara memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat, terutama ketika membutuhkan akses yang lebih cepat menuju wilayah lain.

Bandara Harun Thohir telah beroperasi sejak 2016. Dengan landasan pacu yang relatif pendek, bandara ini melayani penerbangan domestik menggunakan pesawat berukuran kecil.

Rute penerbangannya menghubungkan Pulau Bawean dengan Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo dan Bandara Trunojoyo di Sumenep, dengan jadwal penerbangan yang terbatas.

6. Bandara Trunojoyo Sumenep

 Bandara Trunojoyo Sumenep. Bandara Trunojoyo Sumenep. Foto: Ahmad Rahman/detikJatim

Bandara Trunojoyo terletak di Kelurahan Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep. Bandara ini mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memudahkan akses menuju berbagai destinasi wisata di Madura, mulai dari wisata budaya dan kuliner hingga pantai.

Pembangunan bandara ini telah dimulai sejak 1979. Setelah melalui proses pengembangan, Bandara Trunojoyo diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada April 2022. Bandara ini dilengkapi landasan pacu sepanjang sekitar 1.600 meter.

Bandara Trunojoyo melayani penerbangan domestik menggunakan pesawat kecil. Berdasarkan informasi dari Instagram resminya, terdapat dua rute penerbangan yang tercatat, yakni dari Sumenep menuju Bandara Harun Thohir di Pulau Bawean, dan Bandara Pagerungan di Kabupaten Sumenep.

Sebelumnya, Bandara Trunojoyo juga melayani penerbangan komersial rute Sumenep-Surabaya menggunakan maskapai Wings Air. Namun, rute Surabaya tidak lagi tercantum dalam daftar rute aktif pada laman resmi bandara.

7. Bandara Internasional Dhoho Kediri

Bandara Dhoho Kediri.Bandara Dhoho Kediri. Foto: Istimewa)

Bandara Dhoho terletak di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 3.300 meter. Keberadaannya mendukung konektivitas udara serta mobilitas masyarakat dan wisatawan di wilayah selatan Jawa Timur.

Bandara Internasional Dhoho melayani penerbangan langsung rute Kediri-Jakarta dan sebaliknya menggunakan maskapai Super Air Jet. Berdasarkan data Kemenhub, penerbangan pada rute ini tersedia tiga kali dalam seminggu.

Pada 29 September 2026, Kemenhub mengumumkan perubahan pengelolaan Bandara Dhoho. Kerja sama operasional antara PT Angkasa Pura Indonesia dan PT Surya Dhoho Investama berakhir.

Tetapi, hal tersebut tidak berarti bandara ditutup. Pengelolaan bandara ditetapkan kepada PT Surya Dhoho Investama, dengan proses transisi yang mencakup pemenuhan persyaratan operasional dan sertifikasi.

Keberadaan Bandara Dhoho diharapkan mempermudah perjalanan masyarakat dari dan menuju wilayah Kediri. Akses udara ini juga berpotensi mendukung kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi di Jawa Timur, termasuk kawasan Gunung Kelud dan berbagai objek wisata alam maupun budaya di Kediri.

Tujuh bandara di Jawa Timur itu diharapkan bisa memberikan alternatif transportasi udara bagi masyarakat sekaligus mendukung konektivitas antardaerah. Selain Bandara Juanda yang menjadi salah satu pintu masuk utama ke Jawa Timur, bandara lainnya melayani kebutuhan transportasi di berbagai wilayah.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads