Jawa Timur memiliki banyak pemandian yang memanfaatkan sumber mata air pegunungan maupun air panas alami dari kawasan vulkanik. Selain menawarkan suasana yang lebih tenang, airnya yang jernih serta dikelilingi alam hijau membuat pengalaman berendam terasa lebih menyegarkan.
Menariknya lagi, beberapa kolam alami di Jawa Timur sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan dipercaya memiliki kandungan mineral, termasuk belerang, yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk relaksasi.
Mulai dari kawasan Pacet, Batu, Malang, Probolinggo, Kediri, hingga Bondowoso, berikut rekomendasi kolam alami di pegunungan yang cocok dikunjungi untuk melepas penat di akhir pekan.
7 Kolam Alami di Jawa Timur yang Cocok Buat Nyantai
Jawa Timur berada di kawasan yang dikelilingi banyak gunung api aktif seperti Gunung Welirang, Arjuno, Kelud, hingga Kawah Ijen. Aktivitas geotermal dari kawasan tersebut menghasilkan banyak mata air panas alami yang kemudian dimanfaatkan sebagai tempat pemandian.
Air panas alami yang mengandung mineral dipercaya membantu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot setelah beraktivitas, membantu tubuh lebih rileks, serta membuat suasana pikiran menjadi lebih tenang. Sementara itu, kolam yang berasal dari mata air pegunungan menawarkan sensasi air yang segar dengan lingkungan alami yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Berikut daftarnya:
1. Pemandian Air Panas Padusan, Mojokerto
Mengutip informasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Mojokerto, pemandian ini berada di Desa Padusan, tepat di lereng Gunung Welirang dengan ketinggian sekitar 800 mdpl. Lokasinya yang berada di kawasan pegunungan membuat udara di sekitarnya terasa sejuk dengan suhu rata-rata sekitar 20 derajat Celsius.
Berbeda dengan beberapa pemandian lain yang memanfaatkan air buatan, seluruh kolam di Padusan berasal dari sumber mata air panas alami Gunung Welirang. Air tersebut mengandung belerang yang dipercaya sebagian masyarakat membantu meredakan pegal-pegal setelah beraktivitas.
Kawasan wisata ini memiliki luas sekitar dua hektare dengan beberapa pilihan kolam. Tersedia kolam air panas bertingkat dengan suhu berbeda sehingga pengunjung dapat memilih tingkat kehangatan sesuai kenyamanan.
Selain itu, terdapat pula kolam renang air dingin dan kolam khusus anak sehingga cocok dikunjungi bersama keluarga. Fasilitasnya juga cukup lengkap.
Pengunjung dapat menemukan area parkir luas, pusat informasi, musala, kamar mandi dan ruang bilas, gazebo, kafetaria, camping ground, area outbound, loker penyimpanan barang, hingga penyewaan pakaian renang. Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih privat, tersedia pula fasilitas berendam khusus.
Lokasinya yang hanya sekitar dua jam perjalanan dari Surabaya. Harga tiket masuknya juga relatif terjangkau. Untuk anak-anak dikenakan tarif Rp 10.500 pada hari kerja dan Rp 13.000 saat akhir pekan. Sementara tiket dewasa dibanderol Rp 13.000 pada hari biasa dan Rp 15.500 saat akhir pekan.
2. Pemandian Air Panas Cangar, Kota Batu
Mengutip informasi dari UPT Tahura Raden Soerjo, sumber air panas Cangar berasal dari kaki Gunung Welirang yang masih aktif. Airnya memiliki suhu berkisar 35-45 derajat Celsius dan relatif tidak berbau belerang, sehingga nyaman digunakan untuk berendam dalam waktu tertentu.
Suasana di sekitar kolam masih sangat alami karena dikelilingi pepohonan hutan yang lebat. Saat berendam, pengunjung bahkan berkesempatan melihat satwa liar seperti lutung Jawa dan kera ekor panjang yang hidup di kawasan konservasi tersebut.
Kicauan burung dan udara pegunungan menjadi pelengkap pengalaman relaksasi yang sulit ditemukan di perkotaan. Selain menikmati kolam air panas, kawasan Cangar juga menyimpan nilai sejarah.
Sekitar 10 menit berjalan kaki dari area pemandian terdapat goa peninggalan Jepang yang dibangun pada masa pendudukan tahun 1942 hingga 1945. Goa tersebut berada di atas kawasan pemandian dengan kedalaman sekitar 10 meter dan menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Pemandian Air Panas Cangar menyediakan beberapa jenis kolam, mulai dari kolam umum, kolam khusus wanita yang lebih tertutup, kolam anak, hingga kolam VIP yang dapat disewa secara privat.
Jam operasional Pemandian Air Panas Cangar setiap hari pukul 08.00 WIBhingga 15.00 WIB, kecuali hari Jumat yang digunakan untuk perawatan sehingga kawasan wisata ditutup.
Harga tiket masuk bagi wisatawan domestik sebesar Rp20.000 pada hari biasa dan Rp25.000 saat peak season, belum termasuk asuransi Rp1.000. Sementara wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp50.000. Pengunjung yang ingin menggunakan kolam VIP dikenai biaya Rp100.000 per jam.
3. Songgoriti Hot Springs, Kota Batu
Pemandian ini berada tidak jauh dari kawasan Candi Songgoriti, yang dikenal sebagai salah satu candi tertua di Jawa Timur dan diperkirakan dibangun pada masa Mpu Sindok sekitar abad ke-9 Masehi.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, di bawah kawasan candi terdapat tiga sumber mata air dengan karakter berbeda, yakni mata air panas, mata air dingin, dan mata air berwarna kehijauan yang mengandung belerang.
Berbagai legenda juga melekat pada kawasan ini, mulai dari kisah pertemuan Ken Arok dan Ken Dedes hingga cerita Empu Supo yang konon membangun candi untuk menutup kawah yang mengeluarkan air panas.
Terlepas dari kisah legenda tersebut, mata air panas di Songgoriti memang masih mengalir hingga sekarang dan menjadi sumber utama kolam pemandian.
Pengelola mengembangkan kawasan ini dengan konsep yang menyerupai onsen di Jepang. Selain tiga kolam alami, tersedia dua kolam utama berukuran besar serta beberapa jacuzzi modern yang dapat digunakan pengunjung.
Lokasinya yang berada tidak jauh dari pusat Kota Batu membuat Songgoriti mudah dijangkau wisatawan. Setelah berendam, pengunjung juga dapat mengunjungi kawasan Candi Songgoriti dan melihat Patung Ganesha yang menjadi bagian dari peninggalan sejarah di kawasan tersebut.
Fasilitas penunjang seperti kafe dan restoran juga tersedia sehingga wisatawan dapat menikmati suasana pegunungan lebih lama tanpa terburu-buru pulang.
Songgoriti Hot Springs beroperasi hingga malam hari, terutama saat akhir pekan, yakni mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Harga tiket masuk untuk dewasa sebesar Rp100.000 dan anak-anak Rp50.000. Menariknya, tiket tersebut dapat ditukarkan dengan makanan di area kafe.
4. New Wisata Wendit, Kabupaten Malang
Mengutip informasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, kawasan ini sudah ada sejak masa Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-10 Masehi.
Bahkan, dalam sejumlah catatan sejarah disebutkan bahwa Raja Majapahit Prabu Hayam Wuruk pernah singgah ke telaga ini untuk berwisata sekaligus menjalankan ritual keagamaan karena di kawasan tersebut terdapat bangunan yang dianggap suci.
Tak hanya memiliki nilai sejarah, Wendit juga lekat dengan berbagai cerita yang berkembang di masyarakat. Airnya dipercaya berasal dari empat sumber mata air yang bersumber dari Gunung Arjuno, Gunung Semeru, Gunung Kawi, dan Gunung Bromo.
Karena berasal dari empat kawasan pegunungan tersebut, sebagian masyarakat meyakini air Wendit memiliki nilai spiritual dan membawa berkah.
Dahulu, pengunjung datang ke Wendit hanya untuk menikmati kolam mata air alami yang sangat jernih sambil melihat kawanan monyet ekor panjang yang berkeliaran bebas di sekitar kawasan wisata.
Hingga kini, keberadaan monyet-monyet tersebut masih menjadi salah satu daya tarik khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Seiring perkembangan zaman, kawasan Wendit mengalami banyak perubahan. Kini, tempat wisata ini telah bertransformasi menjadi destinasi rekreasi keluarga dengan berbagai wahana modern tanpa meninggalkan identitasnya sebagai wisata mata air alami.
Pengunjung dapat menikmati waterboom, kolam arus, kolam dewasa, kolam anak, hingga berbagai seluncuran air. Sementara bagi keluarga yang membawa anak-anak, tersedia pula Family Zoo yang memungkinkan pengunjung mengenal berbagai satwa dari jarak dekat.
Tak hanya itu, pengelola juga menghadirkan berbagai aktivitas edukatif seperti memberi makan satwa (feeding time), edukasi cokelat, petani cilik, pengenalan flora dan fauna, hingga belajar kesenian Topeng Malangan.
Ikon-ikon lama seperti candi, patung raksasa, serta kawasan telaga alami juga tetap dipertahankan sehingga wisatawan masih dapat merasakan nuansa historis yang menjadi ciri khas Wendit sejak dahulu.
New Wisata Wendit buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB. Harga tiket reguler dibanderol Rp35.000 pada hari kerja dan Rp40.000 saat akhir pekan. Sementara tiket terusan yang mencakup lebih banyak wahana dipatok Rp65.000 pada hari kerja dan Rp75.000 saat akhir pekan.
5. Pemandian Air Panas Segaran, Probolinggo
Lokasinya berada di Desa Segaran, Kecamatan Tiris, sekitar kawasan pegunungan yang masih asri. Dibandingkan beberapa pemandian populer lainnya, suasana di Segaran terasa lebih alami karena belum banyak tersentuh pembangunan besar-besaran.
Perjalanan menuju lokasi sudah cukup mudah karena dapat dilalui kendaraan roda empat, meski beberapa ruas jalan menuju kawasan wisata masih relatif sempit. Setelah tiba di area parkir, pengunjung masih harus berjalan kaki melewati jalan setapak atau menggunakan sepeda motor menuju lokasi kolam.
Suasana di sekitar kolam masih sangat teduh. Pohon-pohon besar mengelilingi kawasan pemandian sehingga membuat udara terasa sejuk sepanjang hari. Tak heran jika tempat ini sering menjadi pilihan warga sekitar untuk bersantai maupun berendam bersama keluarga.
Meski fasilitasnya cukup sederhana kawasan wisata modern, pengunjung tetap dapat menemukan area parkir, kamar bilas, toilet, hingga warung makan sederhana yang menjual makanan dan minuman.
Salah satu daya tarik utama Segaran adalah harga tiket masuknya yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp5.000 per orang, sehingga cocok menjadi destinasi wisata hemat di akhir pekan.
6. Pemandian Air Panas Gunung Kelud, Kediri
Nama Pemandian Air Panas Gunung Kelud mulai ramai diperbincangkan setelah sebuah video yang diunggah melalui TikTok pada Oktober 2025 menjadi viral. Dalam video tersebut disebutkan oleh seorang warga setempat bahwa akan segera dibuka jalur trekking ke lokasi pemandian air panas di gunung kelud.
Unggahan tersebut berhasil menarik perhatian ribuan pengguna media sosial dan memperoleh lebih dari 8.800 tanda suka serta ratusan komentar dari warganet yang penasaran dengan lokasi tersebut.
Salah satu keunikan pemandian ini adalah keberadaan dua sumber air yang letaknya berdekatan, yaitu kolam air panas dan kolam air dingin. Pengunjung dapat memilih berendam sesuai suhu yang diinginkan, bahkan berpindah dari satu kolam ke kolam lainnya untuk merasakan sensasi yang berbeda.
Lokasi pemandian dapat diakses melalui jalur Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Namun, karena medan menuju lokasi masih berupa jalur trekking, wisatawan disarankan menyiapkan kondisi fisik sebelum berangkat..
7. Pemandian Air Panas Blawan, Bondowoso
Berada di jalur menuju Kawah Ijen, Pemandian Air Panas Blawan menjadi tempat favorit wisatawan untuk melepas lelah setelah menikmati keindahan kawah maupun mendaki Gunung Ijen.
Lokasinya berada di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Bondowoso atau sekitar 48 kilometer apabila datang dari arah Banyuwangi.
Air panas di kawasan ini berasal dari aktivitas geotermal Kawah Ijen yang kaya kandungan belerang. Oleh masyarakat setempat, air tersebut dipercaya membantu membuat tubuh terasa lebih rileks setelah melakukan perjalanan panjang.
Yang menarik, kawasan Blawan memiliki sekitar 19 sumber mata air panas yang mengalir menuju Air Terjun Blawan. Pengelola kemudian memanfaatkan sumber tersebut menjadi beberapa kolam dengan bentuk dan kedalaman yang berbeda.
Ada kolam berbentuk persegi panjang, kolam oval untuk anak-anak, hingga kolam berbentuk bundar dengan kedalaman lebih dari satu meter. Pengunjung juga dapat memilih kolam dengan suhu berbeda, mulai sekitar 30 derajat Celsius hingga mencapai 50 derajat Celsius.
Selain berendam, wisatawan juga dapat menikmati panorama alam pegunungan yang masih hijau atau melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Blawan, Niagara Mini Blawan, hingga kawasan Black Lava Plalangan yang berada tidak jauh dari lokasi.
Fasilitas di kawasan wisata ini sudah cukup memadai, mulai dari area parkir luas, kamar ganti, toilet, musala, hingga kantin yang menjual makanan dan minuman.
Pemandian Air Panas Blawan buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB dengan harga tiket masuk sekitar Rp10.000 per orang, sehingga menjadi salah satu destinasi relaksasi yang ramah di kantong.
Simak Video "Menikmati Lezatnya Rajungan Bakar di Pantai Tuban"
(irb/hil)