Kasus IR (22), wanita yang membacok tunangannya MF (23) hingga tewas, membuat geger warga Gresik. Wanita asal Sememi, Benowo, Surabaya itu mengaku menghabisi nyawa kekasihnya lantaran gelap mata usai mengetahui perselingkuhan MF bersama wanita lain.
Kepada detikJatim, IR mengaku telah lama menaruh curiga kepada korban sebelum kejadian berlangsung. Ia semakin gelap mata setelah menemukan sejumlah bukti perselingkuhan di ponsel korban.
"Kemarin (Jumat 3/10/2026) itu saya menemukan satu video, foto dan chat. Pas ketahuan langsung dihapus sama dia," kata IR, Minggu (4/10/2026).
IR mengatakan, perselingkuhan tersebut bukan kali pertama terjadi. Dia mengaku telah beberapa kali mengetahui korban menjalin hubungan dengan perempuan lain.
"Sudah sering saya pergoki. Tapi mengulangi terus, jadi saya kesal dan merencanakan ini," tuturnya.
IR menambahkan, tak hanya itu, ia juga beberapa kali menemukan bukti perselingkuhan tunangannya tersebut. Dia bahkan menyebut telah mengumpulkan sejumlah bukti terkait dugaan perselingkuhan korban.
"Sebelum saya menemukan di HP itu, dari kemarin-kemarin saya sudah ngumpulin semua bukti lainnya di laptop saya," tambah IR.
Masih kata IR, laptop dan HP miliknya saat ini telah dibawa pihak kepolisian. Menurut IR, dia kemudian menemukan bukti lain di ponsel MF. Bukti tersebut berupa percakapan, foto, dan sebuah video yang menurutnya berkaitan dengan perselingkuhan.
"Ada satu video, ada chat," kata IR.
IR mengaku temuan tersebut membuat emosinya semakin memuncak. Dia menyebut sebagian bukti yang pernah ditemukannya sudah dihapus oleh korban.
"Cuma pas ada yang ketahuan, dihapus sama dia," ujarnya.
Sebelumnya, seorang wanita berinisial IR (22) diduga membacok kekasihnya, MF (23), hingga tewas. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah Toko Bangunan Jalan Beji PDAM, Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Gresik.
Usai membunuh korban, pelaku kemudian menelepon 110 untuk menyerahkan diri ke polisi. Laporan tersebut diterima polisi sekitar pukul 08.30 WIB.
Pantauan detikJatim, anggota Inafis Satreskrim Polres Gresik mendatangi lokasi pembunuhan sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah melakukan sejumlah pemeriksaan dan penyelidikan polisi menyegel Toko Bangunan bernama Al Inayah 3.
Polisi juga mengambil rekaman CCTV yang berada di depan toko bangunan tersebut. Setelah itu polisi meninggalkan lokasi sekitar pukul 11.40 WIB.
Tampak di lokasi keluarga korban berdatangan untuk melihat kondisi korban.
Simak Video " Video ASN Gresik Terseret Kasus Penipuan CPNS, Polisi Turun Tangan "
(auh/hil)