Maling motor yang meninggalkan kendaraannya sendiri saat melakukan pencurian di Jalan Sumber Molyo Gang 2, Bubutan, Surabaya, Sabtu (19/9) dini hari berhasil diamankan. Polisi mengungkap pelaku itu berhasil menggasak 36 motor. Yang lebih mengherankan, maling itu mengaku keberhasilan aksi-aksinya itu karena bantuan dari seorang dukun.
Pengakuan blak-blakan maling itu diungkap dalam kiriman Instagram akun pribadi Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan @luthfie.daily dan @surabayapolice1.official dilihat detikJatim pada Kamis (1/10/2026).
Kepada Kapolrestabes Surabaya, maling motor itu ngaku telah meminta bantuan dukun agar setiap kali menjalankan aksi jahatnya bisa berhasil. Saat meminta bantuan, tersangka mengaku membayar Rp 2,7 juta kepada dukun yang dia maksudkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mbah kulo nyuwun tulung mbah, kulo kape ndamel kerjo njumuk sepedah Mbah. Kinten-kinten pinten bayar e mbah? (Mbah saya minta tolong saya mau kerja ngambil sepeda motor, kira-kira bayarnya berapa mbah?)," demikian pengakuan maling tersebut kepada polisi.
"Dia minta Rp 2.700.000 gitu. 'Iya Mbah saya sanggup, saya carikan uang segitu, asalkan saya bisa kerja.' (kemudian dukun itu bilang) 'Entar kamu mandi air kembang'. Gitu bilangnya," kata tersangka pencurian motor tersebut.
Tidak hanya itu saja, maling motor tersebut mengatakan bahwa ada hari-hari tertentu yang dilarang oleh Si Mbah Dukun untuk menjalankan pencurian. Salah satunya di antaranya hari Senin, Sabtu, dan Minggu.
Sementara pada hari Selasa, Kamis, dan Jumat tersangka itu disarankan untuk menjalankan aksinya. Dengan mengikuti petunjuk dari Sang Dukun, dalam sehari maling itu mengaku bisa mengambil 2 motor sekaligus tanpa ketahuan. Namun, pada aksi ke-36 pelaku justru tertangkap kamera pengawas.
"Hari Selasa, Kamis, Jumat itu menjalankan aksi," ujar Tersangka.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan meminta tersangka segera mencari dan mengembalikan motor-motor curian itu. Bahkan, Luthfie berseloroh dengan nada mengancam kepada tersangka.
"Saya nggak mau tahu, barang itu harus kembali. Nggak kembali rasain sendiri. Gantung seumur hidup kamu. Ini masukin sel yang kemarin loh, kandang K9 (anjing pelacak)," tegas Luthfie.
