Awal Mula Terbongkarnya Kasus Gadis Sampang Diperkosa 27 Pria

Kamaluddin - detikJatim
Sabtu, 11 Jul 2026 19:40 WIB
Konferensi pers remaja perempuan di Sampang diperkosa 27 orang. Baru 12 tersangka ditangkap.(Foto: Kamaluddin/detikJatim)
Sampang -

Proses penyidikan kasus kekerasan seksual atau rudapaksa massal yang menimpa seorang remaja perempuan berusia 15 tahun oleh 27 tersangka di Kabupaten Sampang, Madura, terus berjalan di Polres Sampang. Pihak kepolisian kini mengungkap secara gamblang awal mula terbongkarnya aksi biadab yang sempat tersembunyi selama berbulan-bulan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim menjelaskan, perkara ini tidak terungkap secara instan, melainkan bermula dari kecurigaan mendalam pihak keluarga.

Orang tua korban merasa ada yang tidak beres lantaran mendapati anak perempuan mereka berulang kali pulang ke rumah pada larut malam, bahkan hingga menjelang pagi hari.

Merasa cemas dan curiga, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk mencecar korban dengan sejumlah pertanyaan secara interpersonal. Di sanalah korban akhirnya menangis dan mengakui petaka yang menimpanya.

"Keluarga curiga korban (telah digauli beberapa orang)," kata Fajri, Sabtu (11/7/2026).

Mendengar pengakuan yang begitu menyakitkan, pihak keluarga tidak tinggal diam dan menolak keras tindakan keji yang menimpa anak mereka.

Mereka langsung mendatangi Mapolres Sampang untuk membuat laporan resmi dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh pelaku yang terlibat dalam lingkaran kekerasan seksual massal tersebut.

Laporan resmi dari pihak keluarga ini menjadi titik balik bagi kepolisian untuk bergerak melakukan penangkapan secara bertahap di lapangan.

"Kejadian itu dilaporkan keluarga korban tanggal 29 Juni 2026. Dari sana (proses penyelidikan itu) kemudian terungkap," imbuhnya.

Mengingat usia korban yang masih sangat muda dan di bawah umur, penyidik Satreskrim Polres Sampang langsung melibatkan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Sampang.

Langkah ini diambil untuk memberikan penguatan psikologis sekaligus mendampingi korban secara melekat selama proses interogasi dan penyidikan berlangsung.

Upaya humanis tersebut membuahkan hasil. Korban yang awalnya didera ketakutan akibat ancaman intimidasi dari kelompok pelaku, perlahan-lahan mulai merasa aman dan berani mengungkapkan detail peristiwa kelam yang dialaminya kepada tim penyidik. Dari sinilah angka fantastis 27 pelaku akhirnya berhasil diidentifikasi.

"Korban ungkapkan (rangkaian) enam peristiwa berbeda dalam kurun waktu Februari hingga Juni itu kepada penyidik, hingga teridentifikasi 27 pelaku," ujarnya.



Simak Video "Video: Aliansi Mahasiswa Lapor Kemendagri soal Pilkades di Sampang yang Tertunda"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork