Gandrung Sewu 2026 Siap Sulap Malam Banyuwangi Jadi Gemerlap

Gandrung Sewu 2026 Siap Sulap Malam Banyuwangi Jadi Gemerlap

Eka Rimawati - detikJatim
Sabtu, 17 Okt 2026 15:45 WIB
Gandrung Sewu 2026 Siap Suguhkan Tari Kolosal Banyuwangi di Malam Hari
Gandrung Sewu 2026 Siap Suguhkan Tari Kolosal Banyuwangi di Malam Hari/Foto: Pemkab Banyuwangi
Banyuwangi -

Pertunjukan Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi akan menghadirkan konsep baru. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya digelar pada siang hari, tahun ini tari kolosal khas Banyuwangi tersebut akan ditampilkan pada malam hari dengan konsep glow in the dark.

Konsep tersebut diperkenalkan melalui mini show Gandrung Sewu yang dibawakan 40 penari di amfiteater panggung budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 14 November 2026. Pertunjukan itu menjadi bagian dari promosi Gandrung Sewu 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, pada Sabtu (24/10/2026).

Dalam mini show tersebut, para penari tampil dengan hiasan cahaya warna-warni yang berpadu dengan gerakan tari, omprok, dan motif batik. Perpaduan seni tradisional dan teknologi pencahayaan itu memberikan nuansa berbeda dalam pertunjukan Gandrung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang penonton mini show Gandrung Sewu 2026 di TMII, Rana, mengaku terkesan dengan penampilan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Saya tidak menyangka penampilan gandrung sewu memang akan sekeren ini. Penasaran datang ke sini karena kan memang video Gandrunfg Sewu selama ini selalu viral. Keindahan budaya berpadu dengan kreativitas masa kini. Sebuah pertunjukan yang layak dibanggakan," ujar Rana.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, konsep baru tersebut dihadirkan melalui kolaborasi dengan InJourney.

"Konsepnya glow in the dark. Kita kolaborasi dengan InJourney untuk menghadirkan konsep pertunjukan yang baru," ujar Ipuk, Sabtu (17/10/2026).

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 1.300 penari dijadwalkan tampil dalam pertunjukan kolosal tersebut. Para penari akan menggunakan instrumen khusus yang menghasilkan efek cahaya sehingga penampilan mereka dapat terlihat berkilau di tengah suasana malam.

Ipuk mengajak masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan yang mengusung konsep baru tersebut.

"Pastikan kita menjadi saksi sejarah pertunjukan gandrung sewu dengan konsep baru ini," ajak Ipuk.

Koordinator Pelatih Tari Gandrung Sewu, Suko Prayitno mengatakan, perubahan konsep juga diikuti penyesuaian koreografi. Langkah tersebut dilakukan agar efek cahaya pada penari dapat berpadu dengan gerakan tari secara optimal.

"Perubahan konsep tersebut, tak semata adaptasi yang sekadarnya. Namun, juga dipadukan dengan kreativitas baru guna menyesuaikannya. "Kami menyesuaikan sejumlah koreografinya supaya efek kilauan cahaya dari penari gandrungnya bisa sempurna mengikuti gerakannya," ujar Suko.

Meski menggunakan konsep pencahayaan baru, Suko menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak akan menghilangkan pakem tari Gandrung. Mengusung tema "kembang darmo", pertunjukan tetap menampilkan nilai-nilai budaya Blambangan.

"Justru akan melahirkan pengalaman yang berbeda," tegasnya.

Gandrung Sewu 2026 berkolaborasi dengan InJourney, perusahaan yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan destinasi wisata di berbagai daerah yang terhubung dengan jaringan penerbangan.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads