Sejarah dan Asal Usul Tari Gandrung Banyuwangi

Tim detikJatim - detikJatim
Selasa, 06 Sep 2022 20:32 WIB
Asal Usul dan Sejarah Tari Gandrung Banyuwangi/ Foto: Ardian Fanani/detikJatim/file
Surabaya -

Sebagian warga Jawa Timur pasti sudah tidak asing dengan Tari Gandrung. Tari tradisional yang berasal dari Banyuwangi ini memang cukup populer. Namun, tahukah Anda mengenai asal usul dan sejarah Tari Gandrung? berikut penjelasannya.

Melansir situs Kemdikbud, Tari Gandrung yang merupakan tarian khas Banyuwangi yang dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setelah panen. Gandrung merupakan seni pertunjukan yang disajikan dengan iringan musik khas perpaduan budaya Jawa dan Bali.

Tarian ini adalah salah satu bentuk kebudayaan dari Suku Osing yang merupakan penduduk asli Banyuwangi. Tarian ini dipentaskan dalam bentuk berpasangan antara perempuan (penari gandrung) dan laki-laki (pemaju) yang dikenal dengan paju.

Asal-Usul Tari Gandrung Banyuwangi

Melansir dari buku Pendidikan Seni Budaya 2 SMP yang diterbitkan Yudhistira Ghalia Indonesia, dijelaskan bahwa Gandrung Banyuwangi berasal dari kata 'gandrung' yang berarti tergila-gila atau cinta habis-habisan dalam bahasa Jawa.

Kesenian ini masih satu genre dengan ketuk tilu di Jawa Barat, tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, lengger di wilayah Banyumas, dan joged bumbung di Bali. Yakni dengan melibatkan seorang wanita penari profesional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik gamelan.

Sejarah Tari Gandrung Banyuwangi

Menurut catatan sejarah, gandrung pertama kalinya ditarikan oleh para lelaki (lanang) yang didandani seperti perempuan. Instrumen utama yang mengiringi tarian Gandrung Lanang ini adalah kendang.

Gandrung Lanang ini lambat laun lenyap pada tahun 1890-an. Berkembangnya Islam di Blambangan menjadi salah satu faktor mengapa tari Gandrung tidak lagi dibawakan oleh para pria yang berdandan ala wanita.

Sementara itu, situs Indonesia Kaya menuliskan bahwa Tari Gandrung muncul setelah kekalahan yang dialami rakyat Blambangan (Banyuwangi) saat melawan VOC. Kesenian ini awalnya digunakan sebagai pemersatu rakyat Blambangan yang tercerai berai akibat kekalahan itu.

Pada awalnya, Gandrung memang dibawakan oleh kaum pria yang berdandan seperti perempuan. Seiring waktu dan perubahan zaman, Tari Gandrung kini dibawakan oleh kaum wanita.

Baca tentang pementasan dan busana Tari Gandrung di halaman selanjutnya




(hse/iwd)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork