Atasi Panas dan Debu Proyek, Damkar Semprot Jalanan di Kota Surabaya

Atasi Panas dan Debu Proyek, Damkar Semprot Jalanan di Kota Surabaya

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB
Petugas Damkar menyemprot jalanan di Surabaya demi mengatasi panas dan debu proyek yang bikin warga beraktivitas tidak nyaman.
Petugas Damkar menyemprot jalanan di Surabaya demi mengatasi panas dan debu proyek yang bikin warga beraktivitas tidak nyaman. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Selain cuaca panas menyengat di Surabaya, debu proyek gorong-gorong bikin warga beraktivitas dengan tidak nyaman. Untuk mengatasi itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) pun menyirami sejumlah ruas jalan.

Penyiraman ruas jalan menyasar sekitar proyek pembangunan gorong-gorong, terutama pekerjaan drainase dan pemasangan box culvert. Lokasi disesuaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Pembasahan jalan rutin dilakukan siang dan malam hari dengan sasaran berbeda. Saat siang hari, petugas memprioritaskan ruas jalan di sekitar proyek pembangunan yang berpotensi menimbulkan debu. Sementara malam hari, penyiraman diarahkan ke sejumlah taman pasif di sepanjang jalur protokol untuk membantu menjaga kondisi tanaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas Damkar menyemprot jalanan di Surabaya demi mengatasi panas dan debu proyek yang bikin warga beraktivitas tidak nyaman.Petugas Damkar menyemprot jalanan di Surabaya demi mengatasi panas dan debu proyek yang bikin warga beraktivitas tidak nyaman. Foto: Istimewa)

Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran DPKP Surabaya, M. Rokhim mengatakan penyiraman jalan itu dilakukan dengan memanfaatkan mobil damkar. Delapan hingga 10 unit mobil pemadam dikerahkan setiap hari untuk pembasahan jalan.

"Pembasahan dilakukan di berbagai wilayah, terutama di sekitar lokasi pengerjaan box culvert dan proyek lainnya yang berpotensi menimbulkan debu. Armada yang dikerahkan menyesuaikan kebutuhan, termasuk berdasarkan laporan warga melalui hotline," kata Rokhim, Jumat (23/10/2026).

ADVERTISEMENT

Sejumlah ruas jalan yang menjadi sasaran pembasahan saat siang hari di antaranya Jalan Tanjungsari, Panjang Jiwo, Lidah Wetan, Dharmahusada, Ahmad Yani, hingga kawasan Ngagel. Di malam hari, petugas menyasar taman-taman pasif di sepanjang jalur protokol sebagai bagian dari pemeliharaan lingkungan perkotaan.

Rokhim menjelaskan, pelaksanaan pembasahan bersifat fleksibel dan tetap mempertimbangkan tugas utama petugas pemadam kebakaran dalam menangani keadaan darurat. Apabila terjadi kebakaran, seluruh sumber daya yang dibutuhkan akan diprioritaskan untuk mendukung proses pemadaman.

"Prioritas utama kami tetap penanganan kebakaran. Setelah tugas pemadaman selesai dan armada kembali mengisi air, petugas dapat melanjutkan pembasahan sesuai pembagian lokasi dan kebutuhan di lapangan," pungkasnya.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads