Harga Sembako Jatim: Cabai, Bawang, Daging Sapi dan Ayam Naik

Harga Sembako Jatim: Cabai, Bawang, Daging Sapi dan Ayam Naik

Maratus Sholikah - detikJatim
Jumat, 23 Okt 2026 10:55 WIB
Ilustrasi harga sembako Jawa Timur hari ini.
Ilustrasi harga sembako Jawa Timur hari ini. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) pada 23 Oktober 2026 mengalami fluktuasi. Pada hari ini, daging ayam ras turun, cabai, bawang merah, daging sapi dan daging ayam kampung naik.

Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal penting bagi masyarakat untuk mengatur anggaran belanja dan menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali. Lantas, berapa harga sembako terbaru di Jawa Timur pada 23 Oktober 2026?

Update Harga Sembako Jumat 23 Oktober 2026

Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan pangan dan rumah tangga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembilan jenis kebutuhan pokok tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Selain sembilan bahan pokok tersebut, cabai juga menjadi salah satu komoditas dapur yang penting untuk diperhatikan karena harganya dapat mengalami perubahan setiap hari.

ADVERTISEMENT

Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur, Jumat 23 Oktober 2026, berdasarkan data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur.

  • Beras Premium: Rp 15.115/kg
  • Beras Medium: Rp 13.069/kg
  • Gula Kristal Putih: Rp 17.509/kg
  • Minyak Goreng Curah: Rp 20.485/kg
  • Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 22.607/liter
  • Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp 18.881/liter
  • Minyak Goreng Minyakita: Rp 15.972/liter
  • Daging Sapi Paha Belakang: Rp 135.444/kg
  • Daging Ayam Ras: Rp 36.952/kg
  • Daging Ayam Kampung: Rp 70.495/ekor
  • Telur Ayam Ras: Rp 24.164/kg
  • Telur Ayam Kampung: Rp 44.972/kg
  • Susu Kental Manis (Bendera): Rp 12.772 (370 gr/kl)
  • Susu Kental Manis (Indomilk): Rp 12.662 (370 gr/kl)
  • Susu Bubuk (Bendera): Rp 43.275 (400 gr/dos)
  • Susu Bubuk (Indomilk): Rp 42.366 (400 gr/dos)
  • Garam Bata: Rp 2.054/buah
  • Garam Halus: Rp 9.546/kg
  • Cabai Merah Keriting: Rp 52.071/kg
  • Cabai Merah Besar: Rp 43.157/kg
  • Cabai Rawit Merah: Rp 63.509/kg
  • Bawang Merah: Rp 27.679/kg
  • Bawang Putih (Sinco/Honan): Rp 28.750/kg
  • Gas Elpiji 3 Kg: Rp 19.912

Berdasarkan harga rata-rata sembako di Jawa Timur hari ini, hanya satu komoditas yang mengalami penurunan signifikan, yaitu daging ayam ras turun Rp 312 per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit naik Rp 469, bawang merah naik Rp 144, daging sapi naik Rp 2.493 per kilogram, daging ayam kampung naik Rp 1.738 per ekor, cabai keriting naik Rp 664 per kilogram, dan cabai besar naik Rp 405 per kilogram.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako.

  • Jika permintaan meningkat, tapi penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.
  • Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga.
  • Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak.
  • Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang mempengaruhi harga sembako.
  • Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama jika bahan pokok diimpor, dapat mempengaruhi harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat harga barang impor lebih mahal.
  • Inflasi tinggi cenderung menyebabkan kenaikan harga sembako karena meningkatnya biaya barang dan jasa.
  • Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi.
  • Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga naik.

Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar. Harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads