Polda Jatim Terjunkan Pasukan BKO Karhutla Selama Sepekan

Polda Jatim Terjunkan Pasukan BKO Karhutla Selama Sepekan

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Rabu, 21 Okt 2026 12:44 WIB
Polda Jatim BKO pasukan untuk karhutla
Polda Jatim BKO pasukan untuk karhutla/Foto: Istimewa
Surabaya -

Polda Jawa Timur menerjunkan pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Personel dijadwalkan bertugas selama tujuh hari, mulai hari ini hingga 27 Oktober 2026.

Pengerahan pasukan ditandai dengan Apel Gelar Pasukan BKO penanganan dan pemadaman karhutla yang dipimpin Kapolda Jatim Irjen Dekananto Eko Purwono di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (21/10/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas. Berdasarkan perkembangan situasi dan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski jumlah titik kebakaran dilaporkan menurun dan sebagian berada dalam skala relatif kecil, upaya antisipasi tetap diperkuat untuk mencegah munculnya titik api baru.

ADVERTISEMENT

"Berdasarkan perkembangan situasi, masih terdapat beberapa titik api yang harus kita padamkan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memperkuat penanganan secara cepat dan tepat sasaran," ujar IrjenDekananto.

Kapolda Jatim menegaskan, penugasan personel BKO tidak hanya berfokus pada pemadaman. Personel juga diminta melakukan langkah pencegahan serta mendukung penegakan hukum terhadap dugaan pembakaran hutan dan lahan yang memenuhi unsur pidana.

Selain itu, seluruh jajaran diminta memetakan lokasi kebakaran secara akurat dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Koordinasi dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.

Menurut Dekananto, penurunan jumlah titik api tidak boleh membuat petugas mengurangi kesiapsiagaan. Potensi kebakaran baru masih perlu diantisipasi, terutama selama musim kemarau.

"Sesuai arahan Bapak Presiden dan penekanan Bapak Kapolri, penanggulangan karhutla di Jawa Timur harus maksimal. Walau titik api berkurang, kita tidak boleh lengah karena potensi kebakaran baru masih sangat mungkin terjadi selama kemarau," tegas Irjen Dekananto.

Kapolda Jatim juga menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan personel selama bertugas. Para komandan lapangan diminta memastikan kesiapan anggota serta memeriksa seluruh perlengkapan keselamatan sebelum personel memasuki area kebakaran.

Perkembangan situasi di setiap lokasi juga harus dilaporkan secara berkala. Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Penugasan pasukan BKO dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari hingga 27 Oktober 2026. Setelah masa tugas berakhir, Polda Jatim akan mengevaluasi perkembangan situasi untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pergeseran personel atau penambahan kekuatan jika diperlukan.

"Sebagaimana yang selalu saya ingatkan, polisi harus lebih merakyat, bersahabat, dan bermanfaat. Hari ini rekan-rekan melaksanakan tugas yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya mengucapkan selamat bertugas, semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan keselamatan kepada kita semua," pungkas Irjen Dekananto.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads