Dampak kemarau panjang menyebabkan sejumlah waduk hingga sungai di Kabupaten Gresik nyaris mengering. Salah satunya Waduk Bunder yang kondisinya kering-kerontang.
Pantauan detikJatim, air di Waduk Bunder hanya tersisa air seperti kubangan-kubangan lumpur kecil. Padahal sebelum musim kemarau, air yang berada di waduk bisa mencapai kedalaman sekitar 5 hingga 8 meter.
Tanah di sekitar waduk yang sebelumnya terendam air kini retak. Bahkan beberapa tumbuhan yang berada di sekitar waduk juga ikut mengering.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan pertama kali Waduk Bunder mengalami kekeringan. Kemarau panjang pada tahun 2023 silam juga membuat waduk bunder mengalami kekeringan.
Selain itu, banyak bangkai ikan yang berada di sekitar waduk menimbulkan bau bangkai ikan. Ketika hari libur, biasanya dimanfaatkan warga untuk mencari ikan.
Sutono, warga Banjarsari mengatakan waduk Bunder mulai mengering sejak akhir Agustus. Namun puncak kekeringan terjadi pada akhir September hingga awal Oktober.
"Mulai surut itu akhir Agustus, mulai kering itu akhir September sampai saat ini hanya tinggal kubangan lumpur," kata Sutono, Rabu (21/10/2026).
Sutono dan warga Banjarsari berharap agar musim kemarau segera berakhir. Sehingga waduk Bunder kembali berisi air.
"Kalau banyak airnya ikan juga banyak. Biasanya warga memancing untuk lauk pauk ketika tanggal tua," ucapnya sembari tersenyum.
