Kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang semakin meluas dari Pasuruan, Mojokerto hingga Kota Batu. Terpantau hingga pagi ini ada puluhan titik api yang masih terdeteksi dan sedang dalam upaya pemadaman oleh tim gabungan.
"Titik (api) kemarin itu lebih dari 100. Sekarang update pagi ini sebenarnya di angka 70, cuma itu (data) masih sangat fluktuatif. (Data) titik api masih bisa berubah tergantung kondisi lapangan," kata Kepala UPT Tahuta Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, Selasa (20/10).
Perempuan yang akrab disapa Tyas itu menyampaikan bahwa hingga saat ini tim gabungan dari Polhut, Tahura Raden Soerjo, Manggala Agni, BPBD, TNI-Polri hingga relawan telah turun dari berbagai titik untuk melakukan pemadaman via darat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini teman-teman sudah naik dari beberapa titik, sama masyarakat dan relawan untuk melakukan penanganan baik memadamkan dengan gepyok hingga membuat sekat bakar untuk mencegah api yang sulit dijangkau meluas," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sebenarnya cukup banyak relawan hingga petugas yang ingin turun langsung ke lapangan untuk membantu penanganan. Namun, memang untuk tim yang diperbolehkan naik dibatasi dengan peraturan ketat dan harus memiliki skill.
"Banyak personel yang ikut, ada yang 30 orang berangkat dari satu titik, ada yang 50 personel dari titik lain. Kalau terkait tenaga personel sebenarnya banyak dan semangatnya memang ada, cuman skill atau kemampuan perlu diperhatikan karena khawatir seperti kejadian di Bromo," sambung Tyas.
Sebagai informasi, kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang awalnya diketahui Kamis (15/10/2026) sore di wilayah Pasuruan. Api yang membesar begitu cepat kemudian merembet ke wilayah Kabupaten Malang, Mojokerto hingga Kota Batu.
