Ribuan orang duduk bersimpuh. Sembari menengadahkan kedua tangan, jemaah larut dalam khidmat. Rangkaian rapal doa pun terdengar jelas. Mereka memohon kepada Sang Khalik untuk menurunkan hujan.
Sebelumnya, seluruh jemaah baik laki-laki maupun perempuan khusuk dalam salat. Cuaca terik di hamparan tanah lapang kering kerontang tak mengurangi tekat beribadah. Bertindak sebagai imam, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pacitan, KH Abdullah Sadjad.
Begitulah pemandangan di lapangan Peta, Jalan Letjen Suprapto, Pacitan, Senin (19/10/2026) siang. Masyarakat dari sejumlah wilayah 'Kota 1.001 Gua' berkumpul untuk bermunajat. Salat Istisqa yang dilaksanakan juga sebagai ikhtiar agar kekeringan segera berlalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesalihan kita sebagai umat, salah satunya mewujud dengan kepedulian terhadap alam semesta maupun sesama manusia," kata khatib KH Hammam Fathullah kepada detikJatim di lokasi.
Ulama muda itu kembali mengutip khutbah yang baru saja dibacakan. Salah satunya adalah pentingnya keseimbangan antara permohonan dengan tindakan nyata. Doa, lanjut KH Hammam, harus dibarengi dengan mawas diri dan tindakan nyata yang memberi kebermanfaatan kepada orang lain.
"Kemarau panjang ini bisa kita jadikan momen untuk muhasabah, apa yang sudah kita lakukan kepada sesama dan alam semesta," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengakui, kemarau panjang selalu menjadi tantangan tersendiri bagi daerah yang dipimpinnya. Hal itu diperparah lagi oleh fenomena El Nino yang dampaknya kian dirasakan masyarakat.
Sejauh ini, lanjut Aji, pemerintah telah melakukan upaya intervensi. Salah satunya dengan pembagian air bersih kepada masyarakat terdampak. Pemkab juga menggandeng sejumlah perusahaan maupun komunitas untuk meringankan beban warga di kawasan kekeringan.
"Tentu masih ada kekurangan, tapi Insyaallah kami sudah melakukan upaya optimal untuk melayani masyarakat," imbuhnya seraya menjelaskan jika pemkab membuka hotline 24 untuk masyarakat yang memerlukan bantuan air bersih.
"Mudah-mudahan doa kita semua terkabul dan Allah segera menurunkan anugerahnya berupa hujan," harapnya.
Informasi dihimpun detikJatim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan, kekeringan merata di hampir seluruh wilayah kecamatan. Dari total 172 desa dan 5 kelurahan, sedikitnya sudah ada 73 desa yang mengajukan dropping air bersih.
