Jalur Pendakian Gunung Panderman dan Bokong sempat ditutup sejak 1 September 2026 karena kebakaran hutan dan lahan melanda Pegunungan Kawi. Kini, jalur Pendakian Gunung Panderman dan Bokong sudah dibuka kembali.
Administratur Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, membenarkan bahwa jalur pendakian dua gunung tersebut sudah resmi kembali dibuka. Pembukaan itu sudah diberlakukan sejak 16 Oktober 2026.
Meski sudah bisa diakses kembali, pengelola pendakian tetap menegaskan bahwa pembukaan ini dilakukan dengan kewaspadaan dan pengawasan ketat. Pendaki juga diminta untuk membaca dan mengikuti SOP yang berlaku ketika akan mendaki ke Panderman maupun Bokong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ketentuan yang kami tekankan adalah larangan untuk merokok di area pendakian, dilarang membawa barang atau bahan pemicu api serta larangan untuk camping atau menginap," tegas Kelik saat dihubungi detikJatim pada Minggu (18/10/2026).
Selain itu, untuk melakukan pendakian ke dua gunung itu dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama berangkat pukul 03.00-07.00 WIB. Sementara kloter kedua berangkat pukul 14.00-16.00 WIB.
Baca juga: Hutan Lereng Gunung Panderman Terbakar Lagi |
"Seluruh pendaki juga diwajibkan turun maksimal jam 8 atau pukul 20.00 WIB," imbuh Kelik.
Kelik menyampaikan bahwa pembukaan kembali akses jalur pendakian ini dilakukan karena dari hasil pertimbangan, situasi di dua gunung itu terpantau aman dari potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi, memang dirasa menurut analisa rekan-rekan semuanya itu sudah aman untuk dilakukan pendakian. Namun, masih dibatasi jam operasional atau pendakian dibatasi untuk antisipasi," tandasnya.
