Sebanyak 210 kios di lantai dua Pasar Legi Kota Blitar dibongkar. Ratusan kios partisi itu dibongkar hingga rata dengan lantai. Alasannya, Pemkot Blitar akan menata ulang kawasan lantai dua Pasar Legi yang kian sepi pengunjung.
Pembongkaran kios partisi di Pasar Legi Kota Blitar telah berjalan. Sisa-sisa pembongkaran kios itu masih terlihat dan menumpuk di lantai. Sementara, kios pedagang yang berada di pinggir masih dipertahankan.
"Jadi ini proses pemeliharaan atau reaktivasi lagi, dengan memanfaatkan dan menata kembali Pasar Legi. Khususnya yang lantai 2. Kontraknya sudah berjalan, progress pengerjaannya sudah 50 persen lebih," kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (17/10/2026).
Parminto membenarkan adanya pembongkaran terhadap 210 kios partisi di lantai 2 Pasar Legi. Ratusan kios yang berada di tengah-tengah itu diratakan dan akan dialihfungsikan. Rencananya akan digunakan sebagai hall terbuka atau multifungsi.
"Kemudian poin pengerjaan lainnya itu, perbaikan atap yang rusak, agar tidak bocor saat hujan. Selain itu, perbaikan lainnya untuk menunjang kawasan itu. Jadi nanti areanya lebih luas, dan lebih bisa multifungsi untuk kegiatan - kegiatan kedepannya," terangnya.
Menurutnya, pembongkaran kios hanya dilakukan terhadap kios partisi. Sementara kios permanen di pinggiran dipertahankan. Sehingga untuk memudahkan para penyewa kios apabila dipergunakan kembali.
Parminto menegaskan pembongkaran kios itu dilakukan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali gairah perdagangan di Pasar Legi. Itu setelah kondisi Pasar Legi, khususnya di lantai 2 berangsur sepi sejak beberapa tahun terakhir.
"Karena yang manfaatkan kios itu hanya 2-3 orang saja, dan kios-kios yang di tengah itu seperti penuh jadi terlihat sepi dan sempit. Nanti akan diintegrasikan kembali fungsinya untuk bisa jadi hall terbuka. Bisa dimanfaatkan untuk acara komunitas, olahraga, live streaming online shop, kuliner dan sebagainya selama kegiatan itu positif," jelasnya.
Perminto menyebutkan anggaran sebesar Rp 624 juta untuk revitalisasi kawasan lantai dua Pasar Legi itu. Proyek itu ditargetkan selesai pada Desember 2026. Rencananya, fasilitas lain termasuk escalator yang tersedia di Pasar Legi juga akan difungsikan kembali untuk menunjang kawasan itu.
"Sebenarnya escalator itu berfungsi, tetapi memang sengaja tidak difungsikan atau tidak dinyalakan karena beban biaya operasionalnya tinggi. Jadi nanti kalua sudah revitalisasi selesai, akan difungsikan kembali. InsyaAllah Desember sudah selesai proyeknnya," tandasnya.
Simak Video "Petugas-Warga Adu Mulut saat Penertiban Kios Ilegal di Puncak Bogor"
(auh/hil)