Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang. Dalam satu hari, terpantau ada tiga titik api yang membakar sejumlah hutan area Perhutani KPH Malang.
Administratur Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, mengatakan bahwa pada Jumat 16 Oktober 2026, pihak Perhutani dibantu warga sekitar dan TNI-Polri telah melakukan upaya pemadaman di tiga titik.
Ketiga titik api tersebut berada di kawasan Keraton Gunung Kawi (Ngajum, Kabupaten Malang), area atas Gua Jepang (Telekung, Kota Batu), serta hutan di atas area wisata Coban Rondo, (Pandesari, Kabupaten Malang).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Hutan di Pandesari Pujon Malang Terbakar |
Ia mengatakan, kebakaran hutan di Desa Pandesari diterima informasi awal pada Kamis (15/10) sekitar pukul 11.20 WIB. Medan yang jauh serta angin kencang menjadi hambatan selama proses pemadaman yang masih berlangsung hingga Jumat (16/10) sore.
Kemudian, kemunculan titik api kawasan Keraton Gunung Kawi, titik api baru terpantau sekitar pukul 08.30 WIB. Sementara di area Gua Jepang, Desa Tlekung terpantau pada sekitar pukul 14.00 WIB.
Proses pemadaman di area Keraton Gunung Kawi diakui membutuhkan perjuangan ekstra. Medan terjal dan lokasi yang terisolasi memaksa tim gabungan menempuh perjalanan darat dengan berjalan kaki.
"Kalau di Keraton pastinya medannya ya lumayan sulit. Jangkauannya jauh, butuh waktu sekitar 2-3 jam berjalan kaki," kata Kelik.
Untuk memadamkan karhutla, Perhutani tidak bergerak sendiri. Personel gabungan dikerahkan melibatkan BPBD, pihak kepolisian (Polsek Ngajum), Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), hingga relawan dan warga setempat.
"Kita tetap dibantu masyarakat sekitar. Perhutani tidak sendiri melakukan pemadaman, tapi dibantu BPBD, kepolisian, dan masyarakat setempat," paparnya.
"Sampai saat ini dari tiga titik kebakaran hutan, satu sudah dinyatakan padam, tepatnya yang berada di area gua Jepang. Sementara untuk dua titik lainnya masih dalam upaya pemadaman," sambungnya.
