Pertimbangan Achmad Hidayat Gabung PSI Usai Dipecat PDIP

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 12 Okt 2026 19:06 WIB
Achmad Hidayat (kanan) resmi gabung PSI usai dipecat PDIP. (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Eks kader PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya, Achmad Hidayat resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hidayat membeberkan alasannya gabung PSI.

"Jadi, ya tak rasa bila di PSI nanti itu bisa lebih Sukarnois, lebih Marhaenis, lebih demokratis, lebih merakyat, lebih Bineka Tunggal Ika, prinsipnya gitu," kata Hidayat kepada detikJatim, Senin (12/10/2026).

Hidayat membantah dirinya gabung PSI karena ditawari oleh Joko Widodo (Jokowi). Namun, ia tak menampik gabung PSI karena ada faktor Jokowi di partai berlambang gajah tersebut.

"Kalau ditawari langsung oleh Pak Jokowi, nggak. Tapi kalau saya gabung PSI karena di partai itu ada Pak Jokowi, iya. Karena aku rasa Pak Jokowi itu ya negarawan, terus nggak pendendam. Ya pas lah satu frekuensi," bebernya.

Mantan Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya ini yakin kehadiran dirinya di PSI akan membawa suara warga kampung yang ada di Kota Pahlawan.

"Saya yakin membawa suaranya masyarakat orang kampung yang belum terakomodir. Lalu sosok-sosok Sukarnois, Marhaenis yang berprinsip kerakyatan yang selama ini tidak terakomodir, saya yakin di PSI juga bisa lebih baik. Termasuk mereka yang gandrung demokrasi, bagaimana menyatakan pendapat dengan bebas, namun tetap tidak menyakiti orang lain, tidak fitnah, tidak men-judgement, saya yakin juga akan bergabung dengan PSI," bebernya.

"Insya Allah, rekan-rekan akar rumput yang lebih banyak orang kampung, mantan-mantan orang Sukarnois, Marhaenis semua akan bergabung di PSI di Surabaya," tambahnya.

Hidayat menambahkan dalam waktu dekat dirinya akan kembali sowan ke Solo untuk bertemu Jokowi dan siap berjuang bersama PSI Surabaya.

"Ya Insya Allah nanti akan sowan lagi ke Pak Jokowi. Sejauh ini belum (belum bilang ke Jokowi kalau dirinya sudah bergabung PSI)," tandasnya.



Simak Video "Video: Meruncing Adu Komentar PSI dan PDIP Karena Jokowi"

(auh/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork