Langit Jawa Timur akan dihiasi fenomena langka Harvest Moon pada Sabtu (26/9/2026). Fenomena Bulan purnama ini bisa dilihat langsung dari seluruh Indonesia.
Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Puteri Permata menyebut, fenomena ini sudah bisa dipantau sejak petang.
"Masyarakat sudah bisa melihat fenomena ini sejak bulan terbit sekitar 17.14 WIB, dengan puncak pukul 23.49 WIB, namun keindahannya bisa terlihat sepanjang malam," kata Puteri kepada detikJatim, Jumat (25/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puteri menjelaskan, Harvest Moon terjadi karena puncak bulan purnama muncul bertepatan dengan equinox, yaitu saat posisi matahari berada tepat di garis khatulistiwa. Fenomena ini membuat puncak bulan purnama terlihat lebih terang dibanding malam biasanya.
Menurut NASA, Istilah Harvest Moon (Bulan Panen) merujuk pada bulan purnama yang terang yang terjadi paling dekat dengan awal musim gugur. Nama ini berasal dari zaman sebelum listrik, ketika para petani bergantung pada cahaya bulan untuk memanen tanaman mereka hingga larut malam.
Di sisi lain, BMKG Tanjung Perak mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Jawa Timur untuk waspada. Sebab, fenomena bulan purnama ini juga berpotensi memicu terjadinya banjir rob.
"Dampak yang terjadi akibat fenomena tersebut adanya potensi kenaikan air laut maksimum di pesisir Surabaya. Informasi banjir rob sudah disebarkan salah satunya di media sosial kami," ujar Puteri.
Berdasarkan peringatan dini BMKG Maritim Tanjung Perak, potensi pasang air laut maksimum ini berlaku mulai 20 hingga 30 September 2026. Puncak pasang air laut diprakirakan dapat mencapai ketinggian 130 hingga 150 cm dari rata-rata muka air laut.
Genangan air laut ini berpotensi mengganggu aktivitas transportasi Pelabuhan, kegiatan bongkar muat, hingga aktivitas perikanan darat dan petani garam garam di wilayah pesisir.
