Indeks Modal Manusia (IMM) Kota Mojokerto menjadi yang tertinggi di Jatim dan peringkat ketiga secara nasional. Capaian IMM ini ditopang dimensi kelangsungan hidup, pendidikan dan kesehatan yang tinggi.
"Berdasarkan data IMM 2025 Kementerian PPN/Bappenas, Kota Mojokerto mencatat angka 0,717, sekaligus menjadi kota dengan capaian IMM tertinggi di Jatim dan masuk 3 besar nasional," terang Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita dalam keterangan tertulis yang diterima detikJatim, Kamis (3/9/2026).
IMM Kota Mojokerto, lanjut Ning Ita, unggul 0,155 poin dari nasional 0,562. Termasuk juga unggul 0,104 poin dari IMM rata-rata Jatim di angka 0,613.
Capaian IMM Kota Mojokerto 0,717, ditopang 3 dimensi yang juga tinggi. Yaitu kelangsungan hidup 0,988, pendidikan 0,757, serta kesehatan 0,958.
Sebagai contoh dimensi pendidikan. Menurut Ning Ita, harapan lama sekolah di Kota Mojokerto 14,099 tahun, yaitu 1,279 tahun lebih tinggi dibandingkan secara nasional.
Sedangkan pada dimensi kesehatan, proporsi balita bebas stunting di Kota Mojokerto 0,081 poin lebih tinggi dari capaian nasional. Yaitu di angka 0,883 poin. Menurutnya, capaian tersebut memotivasi pihaknya untuk terus memastikan pembangunan manusia berjalan secara menyeluruh.
"Pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi menjadi investasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas," jelasnya.
Ning Ita menambahkan, Pemkot Mojokerto bakal terus mendorong kebijakan untuk memastikan warganya memperoleh akses pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Selain itu juga untuk menjamin warganya tumbuh di lingkungan yang mendukung peningkatan kualitas hidup.
"Yang terpenting bukan hanya bagaimana mempertahankan capaian ini, tetapi bagaimana terus meningkatkannya. Karena pada akhirnya, investasi pada manusia adalah investasi untuk masa depan Kota Mojokerto," tandasnya.
Simak Video "Video Menteri PPPA: Pola Asuh Jadi Faktor Penyebab Kekerasan Perempuan-Anak"
(auh/abq)