Pemerintah Kabupaten Pasuruan membangun 32 tandon air permanen di 15 desa rawan kekeringan dan krisis air bersih. Pembangunan 32 tandon tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,1 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Pasuruan 2026.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono mengatakan, puluhan tandon itu dibangun di Kecamatan Lumbang, Winongan, Pasrepan, dan Kejayan. Jumlah terbanyak berada di Lumbang dan Pasrepan.
"Kalau paling banyak di Lumbang dan Pasrepan, karena jumlah desa terdampak kekeringan dominan di dua desa tersebut," kata Eko, Kamis (27/8/2026).
Eko mengatakan, setiap tandon memiliki kapasitas 5.100 liter. Pembangunan dilakukan atas instruksi Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo sebagai langkah cepat menangani kebutuhan air bersih warga selama kondisi darurat kekeringan.
"Karena ini sifatnya darurat dan sangat dibutuhkan, maka sesuai arahan beliau kami diminta untuk membangun banyak tandon air. Masyarakat sangat senang," ujarnya.
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Pasuruan untuk pengisian air ke tandon. Air bersih akan diisi ke tandon setiap hari selama masa darurat kekeringan atau sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
"Pengisian air menjadi tanggung jawab BPBD, karena memiliki armada kendaraan yang dapat mengambil maupun mengisi air ke tandon yang sudah dibangun," jelas Eko.
Eko meminta warga penerima manfaat ikut menjaga dan merawat tandon agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Menurutnya, air dari tandon bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari seperti masak, minum, mandi sampai ternak sapi.
Simak Video "Video: Krisis Air Bersih di Kadujajar, 2 Km Ditempuh Demi Setetes Air Bersih"
(auh/hil)