Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pegunungan Arjuno-Welirang lewat udara melalui water bombing belum dilakukan. Sebabnya, kondisi cuaca tidak mendukung penerbangan helikopter.
"Hari ini belum bisa karena tertutup awan. Awan terlalu rendah sehingga sulit mendekat ke arah lokasi kebakaran," kata Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Kamis (20/8/2026).
Sugeng menjelaskan titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau. Saat ini pemadaman kebakaran masih mengandalkan operasi darat yang melibatkan puluhan petugas gabungan.
"Helikopter sudah siap, sumber air juga sudah kita siapkan selain di kolam Kaliandra juga tandon-tandon besar. Tapi cuaca tidak mendukung," terangnya.
Karhutla di kawasan Arjuno-Welirang masih belum bisa dikendalikan. Kebakaran di tiga titik awal yang terjadi sejak Selasa (18/8) sudah berhasil dipadamkan petugas gabungan secara manual lewat darat. Namun api menjalar ke arah wilayah Gunung Kembar.
"Sekarang api di bawah Gunung Kembar, tepatnya Lapangan Kotak. Ini api rembetan dari kebakaran awal," terang Dimas Caraka, petugas Tahura.
Tim gabungan yang terlibat pemadaman dari BPBD Provinsi, Tahura, dan BPBD Kabupaten Pasuruan dan Batu serta Masyarakat Peduli Api
Simak Video "Video: Blak-blakan Komisi IV DPR Soal Luasan Lahan Terbakar di 2026"
(auh/dpe)