Contoh susunan acara Maulid Nabi 2026 dapat menjadi panduan bagi panitia yang sedang mempersiapkan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rangkaian acara dapat disesuaikan dengan kondisi tempat, jumlah peserta, serta konsep kegiatan yang telah disiapkan panitia.
Peringatan Maulid Nabi umumnya diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pembacaan ayat suci Al-Qur'an, selawat, ceramah atau tausiah, hingga doa bersama. Susunan acara yang sederhana pun tetap dapat dibuat khidmat dan menarik selama setiap rangkaian dipersiapkan dengan baik.
Contoh Susunan Acara Maulid Nabi
Bagi panitia yang membutuhkan referensi, berikut contoh susunan acara Maulid Nabi yang lengkap dan mudah dipraktikkan. Berikut contoh susunan acara Maulid Nabi yang terdiri dari delapan rangkaian kegiatan.
- Pembukaan
- Pembacaan ayat suci Al-Qur'an
- Sambutan panitia
- Sambutan tokoh agama atau kepala wilayah
- Pembacaan selawat dan maulid
- Ceramah atau tausiah Maulid Nabi
- Doa
- Penutup
Susunan tersebut dapat digunakan untuk acara Maulid Nabi di masjid, musala, sekolah, pesantren, kantor, maupun lingkungan masyarakat. Panitia juga dapat menambahkan kegiatan lain seperti pemberian santunan, kuis Islami, atau makan bersama.
1. Pembukaan
Acara dapat diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara atau MC. Pembawa acara mengucapkan salam, menyapa tamu undangan dan peserta, kemudian menyampaikan rasa syukur karena seluruh peserta dapat berkumpul dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pembukaan sebaiknya dibuat singkat agar rangkaian acara dapat berjalan sesuai jadwal. Contoh pembukaan acara Maulid Nabi sebagai berikut.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 'alamin, puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga seluruh rangkaian acara pada hari ini mendapat keberkahan dari Allah SWT."
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
Setelah pembukaan, acara dapat dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Rangkaian ini menjadi salah satu bagian penting dalam mengawali peringatan Maulid Nabi dengan suasana yang khidmat dan penuh keberkahan.
Panitia dapat menunjuk qari atau qariah untuk membacakan beberapa ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW, akhlak, maupun ajaran Islam. Setelah pembacaan selesai, pembawa acara dapat memberikan pengantar singkat sebelum melanjutkan ke agenda berikutnya.
3. Sambutan Panitia
Rangkaian berikutnya adalah sambutan dari ketua panitia atau perwakilan panitia pelaksana. Dalam sambutan tersebut, panitia dapat menyampaikan ucapan terima kasih kepada tamu undangan dan peserta yang telah hadir, sekaligus menjelaskan tujuan diselenggarakannya peringatan Maulid Nabi.
Ketua panitia juga dapat menyampaikan harapan agar kegiatan tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi dapat menambah kecintaan kepada Nabi dan mendorong peserta untuk meneladani akhlak Rasulullah. Agar susunan acara tetap efektif, sambutan sebaiknya disampaikan secara singkat dan tidak terlalu panjang.
4. Sambutan Tokoh Agama atau Kepala Wilayah
Jika acara dilaksanakan di lingkungan masyarakat, panitia dapat memberikan kesempatan kepada tokoh agama, ketua takmir masjid, kepala desa, ketua RT/RW, atau pejabat lain yang hadir untuk memberikan sambutan.
Sambutan dapat berisi pesan mengenai pentingnya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk acara Maulid Nabi di sekolah, bagian ini dapat diisi oleh kepala sekolah, guru, atau pihak yang mewakili sekolah.
5. Pembacaan Selawat dan Maulid
Setelah sambutan, acara dapat dilanjutkan dengan pembacaan selawat dan maulid Nabi Muhammad SAW. Rangkaian ini menjadi salah satu bagian utama dalam peringatan Maulid Nabi karena jamaah dapat bersama-sama melantunkan selawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Pembacaan dapat diisi dengan Barzanji, Diba', Simtuddurar, atau bentuk pembacaan maulid yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat. Peserta dapat mengikuti lantunan selawat secara bersama-sama hingga rangkaian selesai sebelum acara dilanjutkan dengan ceramah atau tausiah.
6. Ceramah atau Tausiah Maulid Nabi
Ceramah atau tausiah menjadi salah satu acara inti peringatan Maulid Nabi. Pada sesi ini, panitia dapat mengundang ustaz, kiai, dai, atau penceramah untuk menyampaikan kajian seputar sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, akhlak Rasulullah, perjuangan dakwah, serta berbagai keteladanannya.
Agar penyampaian materi tetap efektif dan peserta tidak merasa terlalu lama mengikuti acara, panitia dapat menentukan durasi ceramah sejak awal, misalnya 30-45 menit. Tema ceramah juga sebaiknya disesuaikan karakter peserta, baik jemaah umum, remaja, maupun siswa jika peringatan digelar di lingkungan sekolah.
7. Doa
Setelah tausiah selesai, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dapat dipimpin oleh ustaz, kiai, imam masjid, atau tokoh agama yang telah ditunjuk panitia.
Doa menjadi penutup rangkaian inti sekaligus menjadi momentum bagi jamaah untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, keselamatan, serta kemampuan untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
8. Penutup
Rangkaian terakhir adalah penutup yang dipandu oleh pembawa acara. MC dapat menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan membantu pelaksanaan kegiatan.
Setelah itu, acara dapat ditutup dengan salam. Jika panitia menyiapkan konsumsi, santunan, atau kegiatan tambahan, bagian tersebut dapat dilakukan setelah acara resmi ditutup. Contoh penutup acara Maulid Nabi sebagai berikut.
"Demikian seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari ini. Terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan peserta yang telah hadir serta kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menambah kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Contoh Rundown Maulid Nabi
Selain susunan acara, panitia dapat membuat rundown agar setiap kegiatan memiliki batas waktu yang jelas. Berikut salah satu contoh rundown Maulid Nabi yang dapat disesuaikan kebutuhan masing-masing panitia.
- 19.00-19.10 WIB Pembukaan
- 19.10-19.20 WIB Pembacaan ayat suci Al-Qur'an
- 19.20-19.30 WIB Sambutan panitia
- 19.30-19.40 WIB Sambutan tokoh agama atau tamu undangan
- 19.40-20.10 WIB Pembacaan selawat dan maulid
- 20.10-20.50 WIB Ceramah atau tausiah
- 20.50-21.00 WIB Doa
- 21.00 WIB Penutup
Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid
Susunan acara Maulid Nabi di masjid atau musala umumnya dibuat sederhana dan menyesuaikan kebiasaan masyarakat setempat. Panitia dapat menyusun rangkaian acara mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan, pembacaan selawat dan maulid, ceramah atau tausiah, doa, hingga penutup.
Jika kegiatan dihadiri banyak jemaah, panitia dapat menambahkan beberapa agenda pendukung agar peringatan Maulid Nabi lebih bermakna. Misalnya, pemberian santunan kepada anak yatim, penggalangan sedekah, pembacaan selawat bersama, atau makan bersama setelah rangkaian acara utama selesai.
Durasi setiap kegiatan juga sebaiknya diperhitungkan sejak awal. Acara Maulid Nabi di masjid tidak harus berlangsung terlalu lama selama seluruh rangkaian dapat berjalan tertib dan pesan yang disampaikan dalam ceramah dapat diterima jemaah. Panitia juga perlu memastikan kesiapan fasilitas acara.
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah
Peringatan Maulid Nabi di sekolah dapat dibuat lebih variatif agar sesuai dengan karakter peserta didik. Selain pembacaan Al-Qur'an, selawat, dan ceramah, panitia dapat menambahkan kegiatan lomba, penampilan siswa, pembacaan puisi, kuis tentang sejarah Nabi Muhammad SAW, hingga pemberian santunan anak yatim.
Rangkaian acara juga dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kondisi sekolah. Untuk tingkat SD atau sederajat, misalnya, kegiatan dapat dibuat lebih interaktif dan melibatkan siswa secara langsung.
Sementara itu, untuk SMP, SMA, atau sederajat, panitia dapat menghadirkan penceramah dengan tema yang lebih dekat dengan kehidupan remaja, seperti akhlak, pergaulan, pendidikan, dan keteladanan Rasulullah SAW.
Meski memiliki banyak kegiatan tambahan, panitia tetap perlu memperhatikan durasi acara. Susunan acara Maulid Nabi di sekolah sebaiknya dibuat teratur agar seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal tanpa mengurangi inti peringatan.
Tips Membuat Acara Maulid Nabi Berjalan Lancar
Selain menyiapkan susunan acara, panitia juga perlu memastikan seluruh kebutuhan teknis dan pengisi acara telah dipersiapkan dengan baik. Persiapan yang matang akan membantu setiap rangkaian peringatan Maulid Nabi berjalan tertib, tepat waktu, dan tetap nyaman diikuti seluruh peserta.
- Tentukan susunan acara sejak awal. Pastikan seluruh panitia dan pengisi acara mengetahui urutan kegiatan serta perkiraan durasinya.
- Siapkan pembawa acara. MC sebaiknya sudah menerima susunan acara lengkap sehingga dapat mengarahkan jalannya kegiatan dari awal hingga selesai.
- Pastikan qari, pembaca maulid, penceramah, dan pemimpin doa telah mengetahui waktu serta bagian yang menjadi tanggung jawabnya.
- Periksa mikrofon, pengeras suara, kursi, meja, pencahayaan, serta perlengkapan lain sebelum peserta datang.
- Tidak semua rangkaian harus dibuat panjang. Acara yang sederhana, tertib, dan memiliki pesan yang kuat justru dapat lebih mudah diikuti peserta.
Contoh susunan acara Maulid Nabi 2026 di atas dapat menjadi referensi bagi panitia yang ingin menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara sederhana maupun lebih formal.
Pada dasarnya, susunan acara dapat disesuaikan dengan tradisi dan kebutuhan masing-masing lingkungan. Hal terpenting adalah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Simak Video "Video: 61 Perahu Hias Tradisional Rayakan Maulid di Maros"
(irb/hil)