Kata Polda Jatim Soal 2 Pos Polisi di Surabaya Dilempar Molotov

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Minggu, 16 Agu 2026 07:19 WIB
Pos polisi di Jalan A Yani Margorejo, Surabaya dilempar molotov orang tak dikenal (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Dua pos polisi di Margorejo dan Bundaran Waru, Kota Surabaya jadi sasaran dugaan pelemparan molotov. Polda Jatim buka suara terkait insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast saat dikonfirmasi membenarkan dua kejadian tersebut. Meski demikian, kedua pos lalu lintas tersebut hanya menyebabkan kerusakan kecil.

"Sejauh ini yang dapat saya sampaikan bahwa informasi tersebut benar, namun tidak ada kejadian yang mengakibatkan kerusakan yang besar. Dalam artian saat ini juga petugas kami dari Polrestabes Surabaya masih mengumpulkan bukti-bukti, kemudian mencari kronologis kejadiannya seperti apa, serta penyebab dari kejadian itu seperti apa," kata Abast saat ditemui awak media di Pos Polisi Bundaran Waru, Minggu (16/8/2026).

Polisi dengan 3 melati di pundaknya itu menegaskan pihak Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim masih dilakukan pendalaman. Terkait juga ada informasi mengenai benda yang diduga dilemparkan pada pos jaga, ia mengaku masih didalami.

"Perlu saya sampaikan bahwa saat ini juga penyidik dari Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan terkait jenis benda maupun penyebab dari kejadian itu sendiri. Sehingga belum dapat kami pastikan jenis bendanya seperti apa maupun penyebabnya seperti apa. Begitu mungkin," ujarnya.

Ketika disinggung soal molotov, Abast enggan menjawabnya. Ia hanya menyatakan masih dilakukan pendalaman.

"Saya perlu tegaskan bahwa terkait dengan jenis bendanya, ini masih dalam penyelidikan, ya. Kita tidak berani berspekulasi mengambil kesimpulan secara cepat terkait dengan jenis bendanya," imbuhnya.

Meski begitu, Abast mengungkapkan insiden itu tak mengakibatkan pelayanan dan pengamanan lumpuh. Menurut dia, pos masih bisa digunakan normal dan petugas masih bisa beraktivitas seperti biasa.

"Namun, terkait dengan peristiwa pada malam hari ini, perlu kami sampaikan bahwa tidak berakibat mengakibatkan pos kami terganggu sehingga tidak dapat digunakan. Namun pos kami tetap aman, tetap baik-baik saja, dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya," tuturnya.

"Jadi kalau kita bilang peristiwa ini juga masih kita lakukan penyidikan, kita belum tahu apakah ini hanya sekadar gangguan Kamtibmas, apakah ini berbentuk keisengan saja, atau memang ada upaya-upaya lain untuk mengganggu Kamtibmas. Namun ada 2 lokasi yang terjadi gangguan kriminalitas pada malam hari ini," katanya.

Sebelumnya, Pos Polisi Lalu Lintas (Pos Lantas) Ahmad Yani Margorejo, Kecamatan Gayungan, Surabaya, diduga menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal. Tak ada korban atau kerusakan berarti dalam insiden ini.

Selain pos di Margorejo, pos polisi lalu lintas di Bundaran Waru juga menjadi sasaran. Peristiwa pelemparan bom molotov terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Petugas pos perlintasan kereta api Margorejo, Yudi, mengungkapkan bahwa aksi tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria berbusana serba hitam yang mengendarai sepeda motor bebek.

Menurutnya, saat itu pelaku sempat berhenti sejenak di depan pos, menyalutkan api, lalu melempar benda yang diduga molotov lalu melarikan diri.

"Nggak jelas kelihatan, naik motor setahu saya cuma satu orang. Ngelempar sesuatu keluar api kecil. Tahu-tahu sudah ada api," ujar Yudi di lokasi kejadian.

Yudi menambahkan, saat insiden terjadi, kondisi pos lantas dalam keadaan kosong. Meski sempat memicu kobaran api kecil, suara ledakan tidak terdengar nyaring dari area perlintasan kereta.



Simak Video "MAMA Lime Green Day Fest 2026, Ajak Hidup Sehat Bareng di Surabaya"

(prf/abq)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork