Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Motor Pemberdayaan Ekonomi di Gresik

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Sabtu, 08 Agu 2026 13:20 WIB
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Ponpes Ihyaul Ulum Gresik/Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim
Gresik -

Pemerintah mendorong pesantren menjadi salah satu motor pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kawasan sosial ekonomi pesantren. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan, kompetensi sumber daya manusia (SDM), hingga keterhubungan dengan dunia industri.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar dalam kunjungan kerja di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Desa Dukun Anyar, Dukun, Gresik.

Ia mengatakan, pesantren dipilih sebagai titik awal pemberdayaan karena memiliki ekosistem yang kuat dan mendapat kepercayaan besar dari masyarakat.

"Kenapa? Karena dari zaman ke zaman, pesantren itu memiliki ekosistem yang kuat, kokoh, dan kredibel. Karena mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, kepercayaan dari lingkungannya, kepercayaan dari publik untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan tantangan, perkembangan, dan kebutuhan," kata Cak Imin, sapaan akrabnya, Sabtu (8/8/2026).

Cak Imin menjelaskan, pendidikan menjadi salah satu cara paling efektif dalam upaya menanggulangi kemiskinan. Karena itu, pemberdayaan masyarakat melalui pesantren tidak hanya diarahkan pada pendidikan keagamaan, tetapi juga penguatan keterampilan dan jiwa kewirausahaan.

"Penanggulangan kemiskinan yang paling efektif itu melalui pendidikan. Pemberdayaan, salah satunya adalah agar tumbuh kekuatan kepemimpinan dan sumber daya manusia yang minimal unggul menjadi wirausahawan yang tangguh, kreatif, inovatif," jelasnya.

Selain melahirkan SDM unggul yang mampu menjadi wirausahawan tangguh, kreatif dan inovatif, Cak Imin menyebut bisa dengan menyiapkan calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia ekonomi dan industri.

"Yang kedua, menjadi calon tenaga kerja yang benar-benar memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan dan perkembangan dunia ekonomi dan industri. Dua target ini yang paling pokok," tambahnya.

Ia menilai, ekosistem ekonomi di sekitar pesantren juga perlu mendapat perhatian. Para pelaku usaha di lingkungan pesantren dinilai perlu diperkuat agar mampu meningkatkan daya saing dan berkembang mengikuti perubahan ekonomi.

"Pemberdayaan tersebut, harus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dunia industri, pesantren, dan berbagai pihak lainnya," ujarnya.

Selain itu, lanjut Cak Imin, hubungan antara dunia pendidikan dan industri harus dibuat semakin terkoneksi. Hal tersebut dinilai penting, khususnya bagi Kabupaten Gresik yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri.

"Gresik ini sudah menjadi kota industri, kita tidak ingin masyarakatnya menjadi penonton, kita tidak ingin industri ini tumbuh tapi masyarakat Gresik miskin. Yang kaya yang di luar Gresik, itu kita tidak ingin," tegasnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menciptakan kesesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Kurikulum, kompetensi guru hingga peralatan pendidikan juga perlu ditransformasikan agar sesuai dengan perkembangan dunia kerja.

"Perubahan transformasi ini termasuk kurikulumnya, termasuk kompetensi gurunya, termasuk alat-alat untuk supaya compatible dengan tuntutan penyerapannya yang diharapkan oleh pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, konsep sosial ekonomi pesantren di Gresik diimplementasikan melalui kerja sama Tim Vokasi Daerah yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik. Pemkab Gresik juga menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik untuk melakukan pendampingan dalam pengembangan talenta, keterampilan, dan kompetensi masyarakat.

"Pengembangan konsep sosio-ekonomi pesantren ini kami implementasikan melalui kerja sama Tim Vokasi Daerah, yaitu diketuai oleh Pak Sekda. Kemudian MoU dengan Kadin-Kadin Kabupaten Gresik untuk mendampingi pemberdayaan talenta, skill dan kompetensi yang sasarannya adalah SMK," kata Gus Yani.

Menurutnya, program tersebut menyasar SMK yang berada di lingkungan pesantren maupun SMK di luar pesantren. Peningkatan kapasitas siswa menjadi salah satu fokus agar lulusan SMK di Gresik memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kami ingin ada pemberdayaan, peningkatan kapasitas, peningkatan skill, peningkatan bahasa, semuanya ditujukan kepada masyarakat Kabupaten Gresik agar tumbuh kembang bersama antara industri yang disampaikan oleh Pak Menko dengan kompetensi yang ada melalui anak-anak SMK," ujarnya.

Gus Yani mencontohkan, kebutuhan kompetensi bahasa asing seiring masuknya investasi dari luar negeri, termasuk investasi asal China di Gresik. Menurutnya, lulusan SMK perlu dibekali kemampuan tambahan agar mampu mengambil peluang kerja yang muncul dari perkembangan industri tersebut.

"Oh, ternyata teknologinya cukup tinggi. Investasinya China, minimal lulusan SMK itu bisa bahasa China, minimal lulusan SMK itu punya talenta-talenta terbaik," katanya.

Ia memastikan, penguatan kompetensi tersebut mendapat dukungan anggaran dari Pemkab Gresik melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

"Seluruhnya di-back up oleh anggaran APBD melalui Disnaker," pungkasnya.



Simak Video "Video Cak Imin Usul Buat Hotline Khusus Buntut Kekerasan Seksual di Ponpes Pati"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB