Mengenal Ngawi Lebih Jauh: Ikon, Wisata hingga Kuliner Khas

Irma Budiarti - detikJatim
Selasa, 07 Jul 2026 11:45 WIB
Hari jadi Kabupaten Ngawi. Foto: Gavriel Rama Evantya/detikJatim
Ngawi -

Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah di ujung barat Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah. Selama ini, Ngawi kerap dikenal sebagai kota persinggahan, padahal daerah ini memiliki banyak daya tarik.

Mulai dari ikon kota yang populer, wisata alam dan sejarah, hingga kuliner khas yang menjadi identitas masyarakat setempat. Tak hanya itu, Ngawi juga menyandang predikat sebagai salah satu lumbung pangan nasional berkat tingginya produksi padi setiap tahun.

Beragam potensi tersebut membuat Ngawi layak menjadi destinasi yang menarik untuk dijelajahi. Berikut ulasan lengkap mengenai ikon kabupaten, wisata hits, kuliner, hingga potensi unggulan Ngawi.

Sejarah Kabupaten Ngawi

Kabupaten Ngawi memperingati hari jadinya setiap 7 Juli, yang pada 2026 memasuki usia 668 tahun. Berdasarkan Keputusan DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Ngawi Nomor 188.70/34/1986 tanggal 31 Desember 1986, Hari Jadi Kabupaten Ngawi ditetapkan pada 7 Juli 1358 Masehi.

Sebelumnya, hari jadi Ngawi sempat ditetapkan pada 31 Agustus 1830. Namun, tanggal tersebut kemudian dikaji ulang karena dinilai berkaitan dengan masa pemerintahan kolonial Belanda dan dianggap kurang mencerminkan semangat kebangsaan.

Setelah melalui kajian sejarah, pemerintah daerah menetapkan 7 Juli 1358 sebagai hari lahir Kabupaten Ngawi yang digunakan hingga sekarang. Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Ngawi, nama Ngawi berasal dari kata awi yang berarti bambu.

Nama tersebut merujuk pada kondisi wilayah di sekitar Bengawan Solo dan Bengawan Madiun yang pada masa lampau banyak ditumbuhi tanaman bambu. Selain memiliki sejarah panjang, Ngawi juga menyimpan sejumlah peninggalan bersejarah.

Salah satunya Benteng Van den Bosch atau Benteng Pendem yang dibangun pada 1839-1845 di kawasan pertemuan Bengawan Solo dan Bengawan Madiun. Kabupaten ini juga dikenal dengan kuliner khas Wedang Cemue, minuman hangat berbahan jahe, santan, kacang tanah, roti, dan taburan bawang goreng.

Mengenal Ngawi dan Beragam Potensinya

Ngawi tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. Daerah yang berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah ini memiliki sejarah panjang, kekayaan alam, destinasi wisata, hingga kuliner tradisional yang masih lestari.

Berbagai potensi tersebut menjadikan Ngawi memiliki karakter yang khas dan menarik untuk dikenali lebih jauh. Di bawah ini merupakan ikon, potensi, destinasi wisata, serta kuliner khas yang menjadi identitas Ngawi.

1. Tugu Gading Kartonyono

Salah satu ikon yang paling mudah dikenali di Ngawi adalah Tugu Gading Kartonyono yang berdiri di tengah Simpang Empat Kartonyono, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Ngawi. Monumen ini dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi pada 2018 sebagai penanda kawasan sekaligus memperkuat identitas daerah.

Sebelum menjadi simpang empat seperti sekarang, kawasan Kartonyono awalnya merupakan simpang tiga yang mempertemukan arus kendaraan dari arah Madiun di selatan, Solo di barat, dan pusat Kota Ngawi di utara.

Seiring pembangunan jalur baru menuju arah Surabaya dan Caruban, persimpangan tersebut berkembang menjadi simpang empat yang menjadi salah satu titik lalu lintas tersibuk di Ngawi.

Di tengah persimpangan itu berdiri Tugu Gading Kartonyono dengan tinggi sekitar 7,5 meter. Bentuknya menyerupai susunan gading gajah berwarna putih dan emas. Pada bagian bawah tugu terdapat tulisan "Ngawi Ramah".

Tulisan ini sebagai simbol penyambutan bagi masyarakat yang memasuki wilayah Kabupaten Ngawi. Bupati Ngawi Ony Anwar menjelaskan bentuk gading gajah dipilih karena memiliki kaitan erat dengan sejarah Ngawi.

"Sejarahnya, dahulu kala di Ngawi ditemukan banyak gading gajah purba, dan ada Museum Trinil yang menyimpan banyak fosil hewan purba," ujar Bupati Ngawi Ony Anwar saat berbincang dengan detikJatim, Selasa (10/1/2023).

Ony juga menyebut Tugu Kartonyono yang posisinya di tengah simpang membuat monumen tersebut dapat terlihat jelas dari berbagai arah saat kendaraan berhenti di lampu lalu lintas.




(irb/hil)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork