Prancis akan meladeni Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Robert Pires mengingatkan agar pemain Les Blues menghindari jebakan La Albirrojo jika tak ingin senasib dengan Jerman.
Laga Paraguay kontra Prancis akan digelar di Philadelphia Stadium, Minggu (4/7) kickoff 04.00 WIB.
Prancis dan Paraguay telah bertemu sebanyak 5 kali. Dua pertemuan terjadi saat momen Piala Dunia 1958 dan 1998, sedangkan sisanya merupakan laga persahabatan.
Dari lima pertemuan itu, Tim Ayam Jantan menyapu 4 kemenangan dan sekali imbang. Laju yang sempurna sejak fase grup juga membuat Prancis lebih dijagokan menang mudah atas Paraguay.
Namun mantan pemain Timnas Prancis, Robert Pires mengingatkan agar Tim Ayam Jantan menghindari jebakan Paraguay. Hal ini didasarkan pada catatan babak 16 besar Piala Dunia 1998.
Saat itu, Prancis yang diunggulkan malah kerepotan menghadapi Paraguay. Pires menyebut, saat itu Paraguay bermain cukup agresif namun juga menerapkan taktik bertahan.
Saking kuatnya Paraguay bertahan hingga laga dilanjutkan ke ekstra time karena skor masih 0-0. Tak hanya itu mereka juga memaksa laga diakhiri dengan adu penalti.
Apalagi saat itu, Paraguay diperkuat kiper legendaris, Jose Luis Chilavert yang kuat bertahan juga eksekutor ulung bola mati dan penalti.
"Kami sangat stres, bahkan agak tegang. Paraguay bermain sesuai kekuatan mereka, dengan ketangguhan seperti biasa dan gaya sepak bola yang cukup agresif. Mereka berupaya membawa pertandingan ke adu penalti dengan menerapkan taktik bertahan total. Mereka sangat percaya diri pada Jose Luis Chilavert. Kami tidak dapat menemukan solusi," ujar Pires dilansir detikJatim dari situs fifa.com
Momen gol yang ditunggu pun datang, Pires yang masuk sebagai pemain pengganti melakukan dribble dan mengirim umpan silang ke David Trezeguet. Pires mengira bola itu akan disundul Trezeguet langsung ke depan gawang.
Namun ternyata disundul ke arah Laurant Blanc dan berbuah gol. Momen emas ini tercipta pada menit 113 atau ekstra time. Prancis pun berhasil menang dengan skor tipis 1-0 dan melaju ke babak selanjutnya hingga juara Piala Dunia pertama kalinya.
Menurut Pires, taktik yang dijalankan Paraguay tak akan jauh berbeda dengan Piala Dunia edisi 1998 yang dialami. Dan taktik jebakan tersebut terbukti telah memakan korban Jerman di Piala Dunia 2026 dengan adu penalti yang berakhir 3-4 di babak 32 besar. Namun, ia percaya pelatih Prancis, Didier Deschamps telah memahaminya.
Susunan taktiknya akan mirip dengan tahun 1998. Didier Deschamps sangat menyadari hal itu, begitu pula para pemainnya. Los Guaranies akan bermain bertahan dan menerapkan taktik park the bus - mereka adalah tim yang gigih dan agresif. Mereka akan mencoba membuat Prancis frustrasi dan memprovokasi mereka, jadi Les Bleus harus tetap tenang," terang Pires.
"Itulah mengapa, dalam pertandingan seperti ini, hal tersulit selalu adalah menemukan gol pertama. Jika tercipta di awal pertandingan, bagus. Tetapi jika pertandingan berlarut-larut, frustrasi bisa mulai muncul. Prancis harus menghindari jebakan yang akan dipasang Paraguay untuk mereka dengan segala cara," tandas eks pemain Arsenal itu.
Simak Video "Video Brasil Hajar Skotlandia 3-0, Vinicius Brace"
(dpe/abq)