Round Up

Biang Kerok Banjir di Surabaya Saat Kemarau

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Rabu, 24 Jun 2026 09:59 WIB
Banjir di Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Surabaya kembali dilanda banjir di tengah musim kemarau. Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari selama dua hari berturut-turut, membuat puluhan titik di Kota Pahlawan terendam.

Di tengah kondisi tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta maaf kepada warga sekaligus menjelaskan sejumlah faktor penyebab banjir. Sebagian wilayah bahkan masih tergenang hingga siang hari dengan ketinggian air mencapai sebetis orang dewasa.

"Saya mohon maaf kepada warga Surabaya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini kami bekerja maksimal di lapangan," kata Eri, Selasa (23/6/2026).

Banjir kali ini terjadi saat Surabaya masih berada pada periode musim kemarau. Hujan turun sejak sekitar pukul 02.00 WIB hingga pagi hari dan menyebabkan sejumlah kawasan di Surabaya timur, selatan, dan barat terendam.

"Tadi katanya BMKG ono (ada) siklus ini (kemarau basah), ono, wis iku (ketetapan) Gusti Allah lah, alam lah," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota.

Eri pun mengajak warga untuk berdoa agar hujan deras tidak kembali turun pada malam hari.

"Tapi saya mohon doanya, karena bagaimanapun hujan ini yo ojo sampai mudun lagi nanti malam, moga-moga. Karena turunnya mulai jam 02.00 WIB bengi (malam), tadi saya malam tuh 02.30 WIB udah keliling sama teman-teman sampai jam 06.30 WIB," ucapnya.

Selain hujan deras, Eri mengakui genangan juga dipengaruhi proyek drainase dan gorong-gorong yang tengah dikerjakan di berbagai wilayah Surabaya.

Pekerjaan tersebut meliputi pengerukan saluran, pemasangan box culvert, hingga perbaikan rumah pompa di sejumlah lokasi seperti Jalan Ahmad Yani, Tanjungsari, Simo, MERR, Imam Bonjol, dan Rungkut.

Selama proses pengerjaan, sebagian saluran ditutup sementara sehingga aliran air tidak berjalan optimal saat hujan deras terjadi.

"Dalam situasi seperti ini, kami dihadapkan pada dua pilihan, menghentikan proyek atau tetap melanjutkan untuk kepentingan jangka panjang. Kami memilih tetap berjalan, sambil memaksimalkan penanganan di lapangan," jelasnya.

Menurut Eri, proyek tersebut justru dikerjakan pada musim kemarau agar dapat mengurangi risiko banjir saat musim penghujan. Namun hujan deras yang turun di luar perkiraan menyebabkan sejumlah kawasan tetap terendam.

"Agar pekerjaannya tidak terhambat, sehingga nanti di musim hujan betul-betul bisa kita bisa menjaga Surabaya dari banjir tadi," ujarnya.

"Karena proyek ini kami kerjakan, lha kok wayah udane mudun di luar prediksi kita, karena ini musim kemarau," katanya.

"Lha iki kan yo bingung, musim kemarau tapi kerjo udane jam 02.00 WIB sampai 06.30 WIB isuk, gak mandek. Lah ini ada apa? Makanya alam," pungkasnya.



Simak Video "Video: Siap-siap! Puncak Kemarau Diprediksi pada Agustus dan Lebih Kering"


(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork