Khofifah Terus Gencarkan Pasar Murah Perkuat Daya Beli Masyarakat Jatim

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 08 Jun 2026 20:30 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus berupaya meningkatkan daya beli masyarakat. Khofifah akan terus menggelar pasar murah agar masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga murah.

Khofifah mengatakan pasar murah menyediakan aneka bahan pokok dengan harga jauh di bawah pasar. Langkah strategis ini sengaja dilakukan Pemprov Jatim untuk memperkuat daya beli sekaligus menjaga stabilitas inflasi harga bahan pokok bagi masyarakat di Jawa Timur.

"Fokus utama dalam Pasar Murah adalah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pokok yang dijual dengan harga lebih murah dari harga pasar," kata Khofifah di Surabaya, Senin (8/6/2026).

Menurut Khofifah adanya pasar murah bisa menjadi ajang intervensi pemerintah agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok seperti beras hingga minyak goreng dengan harga yang telah dipatok pemerintah.

"Intervensi harga melalui pasar murah sangat penting terutama pada komoditas strategis seperti Beras, Minyak Goreng, gula, hingga Cabai rawit dan cabai Merah yang kerap memicu fluktuasi inflasi," imbuhnya.

Khofifah lantas membeberkan di pasar murah, harga berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga di bawah harga pasar. Di antaranya beras premium Rp 14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp 11.000 per kilogram, minyak goreng Rp 13.000 per liter, gula pasir Rp 14.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp 10.000 per kilogram.

Selain itu tersedia pula telur ayam ras Rp 22.000 per kemasan, daging ayam ras Rp 30.000 per kemasan, bawang putih Rp 6.000 per 250 gram, bawang merah Rp 7.000 per 250 gram, serta cabai Rp 5.000 per 200 gram.

"Lewat pasar murah kita ingin pastikan bahwa proses distribusi berbagai kebutuhan pokok utamanya Minyakita bisa lancar. Kita selalu update data di pasar, mana yang mengalami kenaikan dan perlu intervensi untuk menekan inflasi," ucapnya.

Khusus untuk Minyakita, Pemprov Jatim melalui Dinas Perindutrian dan Perdagangan telah dan akan terus melakukan koordinasi penuh dengan Bulog maupun supplier lain. Hal ini, guna mencegah terjadinya kelangkaan yang dapat memicu terjadinya inflasi.

"Bagaimana kita melihat antara kebutuhan masyarakat dengan kelancaran supply. Inilah pentingnya pemantauan secara berkala," kata Gubernur Jatim.

Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan badan usaha lainnya diyakini Gubernur Khofifah harus diperkuat untuk memastikan bahwa tidak ada lagi kendala distribusi pangan yang dapat merugikan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

"Sinergitas antara pemerintah dengan pihak terkait adalah kunci utama. Bersama-sama kita pastikan untuk menjaga pasokan tetap aman, distribusi berjalan lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil," tandasnya.



Simak Video "Video Kepanikan Gubernur-Kapolda Jatim Saat Gempa di Tengah Rapat Ponpes Ambruk"

(auh/abq)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork