Bali United harus pulang dengan tangan hampa setelah gagal mencuri poin dari markas Java United FC. Bertanding di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (16/10/2026), tim berjuluk Serdadu Tridatu itu harus takluk dengan skor 2-3 dalam lanjutan pekan kelima Super League 2026/2027.
Kekalahan tersebut menambah catatan Bali United sulit menang di kandang lawan. Meski mampu menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang, tim asal Pulau Dewata itu belum berhasil membawa pulang hasil positif.
Pelatih Bali United, Jhonny Jansen, mengakui hasil pertandingan tersebut mengecewakan. Ia menilai timnya sebenarnya mampu memberikan perlawanan, tetapi kurang maksimal dalam memanfaatkan peluang yang tercipta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara keseluruhan, dari segi hasil, ini bukan hasil yang bagus untuk tim kami. Dari segi permainan, kami menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan peluang, meskipun peluang-peluang tersebut belum cukup baik," ujar Jhonny seusai laga di stadion Jatidiri Semarang, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, Bali United sempat menghadirkan ancaman bagi pertahanan Java United. Namun, tuan rumah mampu memanfaatkan peluang dengan baik untuk mencetak gol pembuka pada babak pertama.
Bali United berusaha merespons dan mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, upaya untuk membalikkan keadaan semakin sulit setelah Java United kembali mencetak gol.
Situasi pertandingan semakin sulit setelah Bali United harus bermain dengan 10 pemain setelah Kadek Arel mendapat hukuman kartu merah jelang laga usai. Kondisi tersebut membuat upaya mengejar ketertinggalan semakin sulit.
Meski kecewa, Jhonny tetap berharap Bali United dapat segera bangkit. Ia optimistis kehadiran kembali sejumlah pemain yang sebelumnya belum bisa memperkuat tim akan membantu meningkatkan performa, baik dari sisi permainan maupun hasil pertandingan.
"Mudah-mudahan dengan beberapa pemain yang bisa kembali ke tim, kami bisa tampil lebih baik ke depannya, baik dari segi permainan maupun hasil," pungkasnya.
