Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang wanita berinisial WN (60), warga Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, meninggal dunia di tengah jalan Ir. Juanda, Jurug, Kecamatan Jebres. Korban diduga nekat bunuh diri.
"Diduga bunuh diri dengan cara terjun dari jembatan kereta api (KA). (Korban) Jatuh di jalan raya pas tikungan," kata Kapolsek Jebres Kompol Murtiyoko, saat dihubungi awak media, Senin (26/10/2026).
Kapolsek menjelaskan, kejadian itu terjadi sekira pukul 09.30 WIB. Kejadian itu pertama diketahui oleh petugas Supeltas yang tengah mengatur arus lalu lintas.
Petugas yang mengetahui kejadian itu, langsung memanggil warga, relawan, dan pihak kepolisian. Relawan dan polisi datang lalu memeriksa kondisi korban.
"Yang melihat langsung si supeltas itu, pada saat mengatur (lalu lintas), tiba-tiba ada orang jatuh. Saat hendak ditolong, ternyata kepalanya sudah mengeluarkan darah. kemudian memanggil warga, menghubungi Polsek dan relawan. Saat dicek relawan, nadinya sudah tidak ada (meninggal dunia)," ucapnya.
Dia menjelaskan, korban melompat dari jembatan KA setinggi 5 meter. Akibat aksi nekat itu, korban mengalami luka para pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia.
Jasad koran sempat dibawa ke RSUD dr. Moewardi, sebelum dikembalikan kepada keluarga ke rumah duka.
"Informasi dari pihak keluarga, ada permasalahan ekonomi. Korban janda memiliki anak tiga. Anak pertama sudah kuliah, yang kedua SMA/SMP, paling kecil SD," pungkasnya.
Lihat juga Video 'Lansia Diduga Lompat dari Jembatan Cirahong Gegerkan Warga Ciamis':
(afn/apl)