Detik-detik Penangkapan Eks Napi Teroris Pembakar Warung Mi Babi Sukoharjo

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 20 Okt 2026 08:17 WIB
Polisi saat mengamankan lokasi di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Senin (19/10/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Pria berinisial AS ditangkap polisi dalam penggerebekan di Desa Purbaya, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Pelaku pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah itu sempat berusaha melawan petugas dengan senjata tajam dan panah.

Dari pantauan detikJateng di sekitar lokasi hari Senin (19/10) pukul 21.00 WIB, pasukan Brimob sudah berkumpul. Polisi juga menyekat jalan dari depan SDN Purbayan 01.

"Habis isya tadi mulai disetop (Jalan Arya Saloka). Tadi ada kendaraan mau lewat disuruh balik balik," kata warga di sekitar lokasi, Lilik, saat kepada detikJateng, Senin (19/10/2206).

Terdengar Suara Letusan

Sejumlah warga yang penasaran berkumpul di batas aman karena area sudah disterilkan. Saat itu beberapa kali terdengar suara letusan seperti tembakan atau petasan.

"Iya terdengar suara seperti senjata. Tapi itu baru-baru saja," ucapnya.

Pukul 21.40 WIB, sejumlah polisi Sabara yang semula berjaga membatasi warga ditarik masuk mendekat ke lokasi penangkapan. Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan juga nampak tiba di TKP.

Melawan Dengan Panah

AS ternyata melawan saat digerebek polisi di rumah kontrakannya itu. Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan mengatakan AS juga menendang motor petugas ketika berusaha masuk ke dalam rumahnya.

"Dari pelaku tersebut saat dilakukan penindakan ada perlawanan, antara lain menembakkan anak panah, kemudian sempat ada perlawanan ketika mau masuk ke rumahnya menendang motor petugas. Sehingga kita pikir ini suatu perlawanan yang cukup bisa dijadikan acuan untuk tindakan tegas terhadap pelaku," kata Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan, di sekitar TKP, Selasa (20/10/2026) dini hari.

Roy juga menjelaskan pihaknya melakukan tindakan tegas karena AS juga menyerang polisi dengan senjata tajam. Dia juga menegaskan kondisi AS baik dan sudah mendapat penanganan medis.

"Kita lakukan tindakan tegas karena memang ada barang bukti berupa samurai atau parang, yang dilakukan bahkan mencoba membacok, atau menyerang petugas. Dan juga ada busur panah yang ditembakkan ke kita," jelasnya.

"Sudah bisa dinyatakan baik (kondisi AS), karena sudah dilakukan tindakan oleh pihak dokter," imbuhnya.

2 Polisi Luka

Akibat perlawanan AS itu, ada dua polisi yang mengalami luka akibat sabetan benda tajam. Petugas tersebut langsung ditangani pihak medis.

"Ada, satu-dua orang anggota kita terluka, karena bekas sabetan kemudian jatuh, karena disabet parang, atau mencoba menyerang petugas," ucapnya.

Roy menyebut penggerebekan yang dilakukan merupakan pengembangan penyidikan dari peristiwa pembakaran warung Mi Babi Tepi Sawah pada 12 September 2026 lalu.

"Hasil olah TKP kemudian ada beberapa alat bukti yang dijadikan acuan oleh penyidik Polres Sukoharjo, sehingga mendapatkan suatu gambaran ada pelaku yang dicurigai. Yang saat ini dilakukan penindakan oleh kita sendiri," kata Roy.

Eks Napi Teroris

Roy menjelaskan dari data latar belakang AS, diketahui ternyata dia merupakan mantan narapidana kasus terorisme. Meski demikian dia belum merinci jaringan dan kasus yang menjerat AS sebelumnya.

"Kalau lihat dari track record-nya, dia adalah eks (napiter). Kita belum mempelajari sejauh mana, tapi dari hasil track record-nya dia eks napi terorisme," jelas Roy.

Meski demikian, Roy memaparkan sejumlah barang bukti berupa senjata yang ditemukan di dalam rumah AS. Barang bukti itu kini diamankan polisi.

"Kita sudah olah TKP, secara detail belum tapi gambaran umumnya ada busur, ada samurai, ada beberapa pisau, senapan angin, dan sebagainya. Sangkur juga ada," jelasnya.



Simak Video "Video Detik-detik Perampok Smelter Timah di Bangka Ditangkap Polisi"

(alg/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork