Pria inisial AS, salah satu pelaku perusakan warung Mi dan Babi Tepi Sawah ditangkap dalam penggerebekan di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. AS ternyata mantan napi terorisme.
"Kalau lihat dari track record-nya, dia adalah eks (napiter). Kita belum mempelajari sejauh mana, tapi dari hasil track record-nya dia eks napi terorisme," kata Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan, di sekitar TKP, Selasa (20/10/2026).
Polisi turut mengamankan sejumlah senjata tajam dalam rumah kontrakan itu. Senjata yang disita termasuk busur, samurai, hingga sangkur.
"Kita sudah olah TKP, secara detail belum tapi gambaran umumnya ada busur, ada samurai, ada beberapa pisau, senapan angin, dan sebagainya. Sangkur juga ada," jelasnya.
Kapolda menjelaskan, penggerebakan dan penangkapan AS ini dilakukan rumah kontrakannya. Dia sudah meninggali rumah tersebut selama 2 tahun terakhir, sekira tahun 2013.
Dari hasil pendalaman polisi, AS merupakan mantan narapidana terorisme. Namun dia belum menjelaskan keterlibatan dalam kasus apa.
Diketahui, Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Grogol didatangi empat orang tak dikenal pada Sabtu (12/9) lalu. Mereka melakukan pengerusakan dan pembakaran.
Kapolda belum ingin mengekspos pelaku lainnya. Sebab, hal tersebut masih dalam penyelidikan petugas.
"Ini tidak boleh ekspos karena kita baru dapatkan satu pelaku. Andai kata nanti berkembang, ada beberapa pelaku lain kita akan sampaikan juga," katanya.
Dalam penggerebekan ini polisi menyekat jalan dari depan SDN Purbayan 01. Dari pantauan detikJateng Senin (19/10) pukul 21.00 WIB, sejumlah warga nampak menyaksikan dari batas aman yang diterapkan pihak kepolisian. Beberapa kali suara letusan seperti suara tembakan atau petasan terdengar.
Lampu di perkampungan yang tengah didatangi pihak kepolisian nampak gelap total. Pukul 21.40 WIB, sejumlah polisi Sabara yang semula berjaga membatasi warga ditarik masuk mendekat ke lokasi penangkapan.
Sirine ambulans terdengar. Tak lama kemudian, mobil ambulans melintas dan bersiaga di sekitar lokasi. Nampak, di dekat TKP juga terparkir mobil taktis Brimob, Jibom Brimob, dan sejumlah mobil dinas kepolisian. Polisi kemudian mengonfirmasi penggerebekan ini terkait perusakan dam pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah pada September lalu.
Diketahui, Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dibakar diduga oleh empat orang tak dikenal. Keempat orang tersebut diduga melakukan pengancaman, perusakan, dan pembakaran warung.
Pemilik Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, saat kejadian warungnya dijaga oleh dua orang. Satu orang berisitirahat di bagian depan, sementara satu orang lainnya beristirahat di bagian belakang. Keempat orang tak dikenal itu datang sekira pukul 03.30 WIB.
"Saat kejadian ada dua orang (karyawannya). Posisi di depan satu, dan di belakang satu. Kalau di belakang kan kemungkinan tidak terdengar. Setelah yang bersangkutan (empat orang tak dikenal) ini puas dan mereka pergi, orang kita lari ke belakang ketakutan, dan membangunkan orang di belakang," kata Jodi, kepada awak media di lokasi kejadian, Sabtu (12/9).
Simak Video "Video: Seluruh Siswa SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo Lulus, 3 Diterima di LN"
(afn/afn)