Alasan di Balik Pengakuan Pria Brebes Mutilasi Ayah

Imam Suripto - detikJateng
Senin, 19 Okt 2026 12:15 WIB
Lokasi rumah HS di Desa Kemukten Kersana. Foto: Imam Suripto/detikJateng
Brebes -

Pria berinisial HS sengaja mengakui telah membunuh dan memutilasi ayah sendiri demi adik perempuannya. Pengakuan ini agar semua pihak tahu, ayahnya telah tewas sehingga tidak perlu dicari saat akan jadi wali nikah.

"Jadi biar pada tahu kalau bapaknya sudah tiada, karena HS punya adik perempuan," kata Kanit Reskrim Polsek Kersana, Aiptu Heri Sukamto, kepada detikJateng melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2026).

Dijelaskan lebih lanjut, HS khawatir adik perempuannya mengalami masalah bila akan menikah nanti. Hal ini karena akan membutuhkan wali nikah yang tidak lain adalah ayahnya. Karena alasan itulah, dia sengaja mengakui semua perbuatannya tersebut.

"Dengan mengaku, orang akan tahu, ayahnya telah tiada. Jadi bila adiknya akan menikah nanti, tidak perlu mencari ayahnya untuk dijadikan wali, karena tidak akan ketemu," lanjutnya.

Heri menambahkan, HS merupakan anak sulung tiga bersaudara. Dua adiknya laki-laki dan perempuan. Untuk adik perempuan, saat ini masih menjalani pendidikan di pondok pesantren.

Sementara, Polisi masih melakukan penyelidikan terkait pengakuan HS. Sejak memberikan testimoni, HS masih dimintai keterangan di Mapolres Brebes.

"Statusnya belum tersangka, karena masih penyelidikkan," pungkas Heri.

Diberitakan sebelumnya, pria berinisial HS (24) membuat pengakuan mengejutkan di kantor Polsek Kersana, Brebes. Pria itu mengaku telah membunuh ayah kandungnya hingga polisi melacak jejak mutilasi itu di septic tank terduga pelaku.

Kabar itu awalnya beredar di media sosial. Disebutkan sesosok pria mendatangi Polres Kersana pada Kamis, 15 Oktober 2026 dan mengaku membunuh ayahnya.

Kapolsek Kersana, AKP Teguh Adi Winarko, pun membenarkan pengakuan pemuda tersebut. Pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengusut pernyataan pemuda tersebut.

"Masih dalam penyelidikan. Tadi olah TKP untuk hasilnya yang lebih tau Inafis," kata Kapolsek Kersana melalui pesan singkat, Sabtu (17/10).

Pada Minggu (18/10) tim Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor) kembali mendatangi rumah HS di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Brebes. Septic tank rumah tersebut pun dibongkar demi melacak jejak mutilasi tersebut.

"Hari ini, rumah HS yang di kompleks perumahan dibongkar bagian septic tank-nya," kata Kanit Reskrim Polsek Kersana, Aiptu Heri Sukamto, Minggu (18/10).

Disebutkan HS membunuh dan memutilasi ayahnya menjadi 10 bagian. Oleh karena itu, jejak pembunuhan dan mutilasi di rumah HS pun terus dicari.

"Ini bagian upaya menindaklanjuti pengakuan HS. Barangkali ada bagian tubuh yang dibuang di WC," tuturnya.

Berdasarkan pengakuan HS, dia tak hanya memutilasi tapi juga membakar tulang belulang ayahnya hingga menjadi abu. Sebagian jasad ayahnya juga dilarung di aliran sungai Kluwut Bulakamba.

"Pengakuannya, ayah dia dibunuh dan dipotong 10 bagian. Potongan direbus 2 hari hingga hancur dan dibuang ke sungai Kluwut yang menuju ke laut. Tulangnya dibakar hingga menjadi abu," ujar Heri.



Simak Video "Belajar Memanen Jagung dengan Ceria, Jawa Tengah"

(apl/alg)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork