Mitos Unik Gunung Pegat Wonogiri yang Bikin Pengantin Baru Memutar Jalan

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Minggu, 18 Okt 2026 08:00 WIB
Suasana jalan Ngadirejo-Giriwoyo di Gunung Pegat, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Rabu (14/10/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Wonogiri -

Gunung Pegat, yang berlokasi di wilayah Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, mempunyai mitos yang menarik. Konon, pasangan yang baru menikah dilarang lewat karena dikhawatirkan bisa berpisah.

"Itu hanya sekadar rumor saja. Memang Gunung Pegat itu dulu ada dua gunung yang terpisah, seperti berpasangan. Kalau dulu ada mitos dari leluhur, pengantin baru yang lewat situ bercerai, sehingga lewat di situ dihindari. Tapi itu hanya mitos, tinggal keyakinan kita. Dengan adanya mitos itu, orang dulu menghubung-hubungkan, dan dinamai Gunung Pegat," ungkap tokoh masyarakat Nguntoronadi, Sugeng Ahmady, dihubungi detikJateng, Kamis (15/10/2026).

Dia menggambarkan, dulunya memang ada jalan setapak yang melewati Gunung Pegat itu. Jalan itu biasa digunakan warga sebagai jalan pintas.

Bagi orang yang meyakini mitos tersebut, pasangan pengantin baru cenderung menghindari melintasi Gunung Pegat. Mereka memilih rute memutar agar tidak melintasi kawasan tersebut.

"Di barat Gunung Pegat ada desa, dari Desa Ngadiroyo itu ada jalan protokol yang menghubungkan Ngadiroyo-Bumiharjo, itu jalan lama sejak saya belum lahir sudah ada. Kalau di sebelah timur Gunung Pegat itu lewat Desa Ngadipiro ke Beji, lalu Semin yang tembus ke Kedungrejo," jelasnya.

Sugeng menjelaskan, mitos Gunung Pegat sendiri berasal dari opini yang berkembang, hingga diyakini sejumlah orang. Namun mitos itu bersifat relatif, ada yang percaya dan tidak.

Saat disinggung apakah dia pernah menjumpai kasus dari kebenaran mitos tersebut, Sugeng mengatakan tidak memperhatikan sejauh itu. Sebab, dia tidak meyakini mitos tersebut.

"Sekarang jaman modern ini, opini itu terbelah. Ada yang masih meyakini, ada yang tidak. Tapi kebanyakan sudah tidak percaya," tuturnya.

Lokasi Strategis

Gunung Pegat sendiri lokasinya bisa dikatakan strategis, karena jalur utama menghubungkan Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, ke Pacitan, Jawa Timur.

"Ini (jalan Ngadirojo-Giriwoyo) jalan baru. Sebelumnya jalan Wonogiri ke Baturetno lewatnya tengah waduk, karena dibuat waduk itu kemudian dibuat jalan baru di sini," kata Sekretaris Desa Bumiharjo, Sugeng, saat ditemui di kantornya, Rabu (14/10).

Dia mengatakan pembangunan jalan Ngadirojo-Giriwoyo dilakukan saat pembangunan Waduk Gajah Mungkur, sekitar tahun 1980-an. Dulunya Gunung Pegat itu hanya kawasan hutan.

"Dulunya hutan. Dulu itu istilahnya gunung dibelah," ucapnya.



Simak Video "Video: Saraf Kejepit Bisa Menyerang Gen Z, Mitos atau Fakta?"

(apu/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork