Warung makan SongOseng milik komedian Nunung Srimulat telah melalui perjalanan panjang sejak pertama kali dibuka. Warung milik Nunung awalmya buka di Kawasan Purwosari, Laweyan, Solo pada tahun 2024. Warung itu sempat mendapat omzet puluhan juta rupiah sebelum akhirnya sepi.
"2024 di Purwosari. Purwosari itu sempat ramai, Mbak. Omzetnya sampai puluhan juta. Sehari itu puluhan juta," katanya adik Nunung, Nunik ditemui di warungnya di Sawahan, Boyolali, Kamis (8/10/2026).
Warung tersebut sempat meraup omzet hingga puluhan juta rupiah dalam sehari, sebelum akhirnya mengalami penurunan pembeli dan berpindah lokasi.
Menurutnya, kondisi tersebut berlangsung sekitar enam bulan setelah warung dibuka. Saat itu, aktivitas dapur sangat padat hingga dirinya harus memasak nasi berkali-kali dalam sehari.
"Masak nasi aja satu karung, satu karung tiap hari. Saya yang masak. Jadi stok habis, masak lagi, masak lagi," ujarnya.
Pembeli Mulai Berkurang Usai 6 Bulan Buka
Namun, setelah berjalan sekitar enam bulan, jumlah pembeli mulai berkurang. Kondisi tersebut terus berlangsung hingga akhirnya warung memutuskan menghentikan operasional di lokasi tersebut setelah kontrak berakhir.
"Berjalan sampai satu tahun lebih, terus akhirnya 'udah, stop dulu aja lah'. Karena memang sudah nggak ngangkat," ungkapnya.
Nunik mengatakan salah satu pertimbangan saat mencari lokasi baru adalah masalah lahan parkir. Warung di Purwosari sebelumnya memang ramai, tetapi tidak memiliki area parkir yang memadai.
"Yang di Purwosari itu ramai, tadinya. Cuma parkirnya yang nggak ada. Karyawan juga dari komentar-komentar itu, 'Ke sana aja parkirnya nggak ada'," tuturnya.
Pihak keluarga belum berpikir ke hal-hal yang aneh.
"Ya kita nggak mikir ke mana-ke mana, karena dulu banyak keluhan soal parkir saja," ucapnya.
Setelah mencari lokasi baru, warung kemudian pindah ke tempat yang saat ini ditempati di Sawahan, Boyolali. Warung mulai buka sekitar awal puasa 2026. Lokasi tersebut dipilih oleh kakaknya yang rumahnya tak jauh dari lokasi.
Sempat Ramai Saat Kembali Buka
Saat pertama kali membuka usaha di lokasi baru, kondisi kembali ramai. Bahkan, Nunik menyebut warung sempat memasak hingga 10 kilogram nasi dalam sehari.
"Pas puasa itu alhamdulillah ramai. Kemarin-kemarin pas bukaan pertama di sini itu ya sampai 10 kilo," katanya.
Namun, kondisi kembali berubah. Jumlah pembeli perlahan menurun meski lokasi baru memiliki area parkir.
"Sekarang 1 kilo ini, Mbak. Ini sepi. Tadinya pas buka pertama di sini sampai 10 kilo," ujarnya.
Penurunan jumlah pembeli itu juga membuat menu makanan yang disediakan ikut dikurangi. Nunik mengatakan pihaknya kini memilih memasak dalam jumlah terbatas agar makanan tetap fresh dan tidak banyak yang tersisa.
"Makanya menunya sekarang tak kurangin banget. Kalau sayurnya tadinya ada tumpang, ada ini, ada ini. Sekarang sudah dikurangi," jelasnya.
Dia menuturkan Nunung juga meminta makanan yang dijual selalu dalam kondisi segar. Karena itu, jumlah masakan disesuaikan dengan kondisi penjualan.
"Masakannya di sini, fresh. Sekarang kalau nggak habis, ya besok ganti yang baru," katanya.
(afn/apl)