Round-Up

Curhat Wanita Dikepung-Dilecehkan Komplotan DC di Kartasura

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 23 Sep 2026 04:51 WIB
Ilustrasi debt collector. Foto: Ilustrasi menggunakan Gemini AI
Solo -

Seorang perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan, L (32), menjadi korban dugaan penipuan sekelompok orang yang mengaku debt collector. Mobil yang ditumpanginya sempat akan ditarik paksa di Kartasura, Sukoharjo, dengan korban sempat dilecehkan.

Kasus ini viral setelah L mengunggah video momen dirinya dikerubungi para pelaku di Instagram. Ia menuding kelompok itu merupakan bagian dari sindikat penipuan.

"HATI HATI!!
PERHATIKAN WAJAH WAJAH MEREKA !! SAYA BARU SAJA MENGALAMI KEJAHATAN
DENGAN MODUS DC LEASING MAU AMBIL PAKSA UNIT!!
dengan menyebutkan Instansi K*****S TEAM DC LEASING M*****I T***S FINANCE ini mau mengambil paksa mobil saya dengan meneriaki saya "MELARIKAN MOBIL DAN PENGGELAPAN MOBIL"
Mereka memaksa mengambil kunci mobil,
melakukan K3K3RASAN, PENGRU5AKAN bahkan PEL3C3HAN kepada saya !!
saat kejadian saya menelpon 110 untuk meminta bantuan karna saya merasa tidak melakukan hal yang disebutkan dan saya merasa ini MODUS PERAMPOKAN !!" tulis dalam caption postingan akun Instagram milik L.

L mengungkapkan, kasus yang dialaminya terjadi pada Senin (21/9) kemarin. "Kejadiannya kemarin sore, Senin sekira pukul 14.30 WIB," kata L ditemui di Polresta Solo, Selasa (22/9/2026).

"Saya mampir minimarket buat beliin air minum anak saya. Pas keluar langsung dikerubung 9 orang laki-laki itu, saya cepat-cepat masuk ke dalam mobil, dan sempat tarik-tarikan," lanjutnya.

Sempat ada tangan yang berusaha meraih kunci mobil Brio bernomor polisi BG-1642-AS melalui jendela yang terbuka sedikit, L dengan menguasainya kembali, menutup kaca, menyalakan mesin mobil, dan mengunci pintu. Saat itu, L dituduh melarikan mobil tersebut.

"Mobil saya terus ditendangin, ditonjokin, saya dimaki-maki, bahkan saya diteriaki maling. Saya dituduhnya mobil dicuri, dilarikan dari Palembang ke Jateng. Padahal itu mobil milik saya sendiri, saya debitur resmi bukan atas nama orang lain," jelasnya.

Merasa Dipersulit Saat Bayar Cicilan

L mengakui, ada tunggakan cicilan 4 bulan. Namun, dia menegaskan dirinya dipersulit setiap hendak membayar tunggakannya.

"Masih dalam cicilan, memang ada tunggakan tapi itu bukan karena saya yang tidak mau bayar, cuma dari pihak financenya tidak mau buka blokir. Saya ada tunggakan 4 bulan, saya minta dibukakan blokir tapi tidak mau," terangnya.

"Saya punya bukti, pihak finance meminta sejumlah uang untuk alasannya pembukaan blokir. Saya tidak mau, minta ditunjukkan mana suratnya ada perjanjian seperti itu," imbuhnya.

Dia mengaku juga pernah ditelpon seseorang untuk melakukan penyetoran tapi ke alamat rekening pribadi, bukan alamat rekening perusahaan finance tersebut. Sehingga dia menolak.

"Setelah viral, orang yang menghubungi waktu itu menghubungi saya. Kenapa setelah viral bapak menghubungi saya, kemarin kemarin saya minta dibukakan blokir ditolak," kata dia.

L sendiri sudah 1,5 tahun bermukim di Solo. Ia datang karena anaknya ada rencana melakukan operasi tulang belakang.

"Saya dari Palembang ke Solo ini karena anak saya sakit. Anak saya ini pos operasi jantung, dan skoliosis. Ada rencana operasi tulang belakang. Saya tidak lari, saya sudah jelaskan ke pihak finance," ucapnya.

Sempat Dilecehkan Pelaku

Dalam kasus itu, L sempat menghubungi polisi lewat 110, lalu didatangi pihak kepolisian. Merasa aman, dia kemudian membuat aduan ke Polsek Kartasura.

"Talang air saya pecah. Kanan kiri semua lecet karena ditendangin ditonjokin, di atas ada bekas tonjokan, Alhamdulillah kaca tidak pecah," ucapnya.

Setelah itu, L berencana membuat aduan terkait dugaan pelecehan seksual yang dia alami dalam kejadian itu. Dia datang ke Mapolresta Solo, namun karena TKP kejadian di Sukoharjo, dia diarahkan untuk membuat laporan ke Polres Sukoharjo.

"Sempat ada tarik menarik kunci, jadi DC itu memaksa masuk tangannya dari kaca, sehingga jilbab saya kebuka. Lalu ada salah satu orang di sebelah kiri memakai kemeja sempat ngomong 'mbak itu t***knya kelihatan' sambil menjulurkan lidahnya," pungkasnya.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kartasura, Ipda Lasno, membenarkan korban membuat pelaporan.

"Masih dalam penanganan. Korban juga sudah buat laporan aduan di Polsek," ujar dia.

Meski begitu, Lasno masih belum membeberkan kronologinya. Ia berujar pihaknya masih melakukan penanganan dan koordinasi.

"Sabar njih, saya koordinasikan dulu," ucapnya.



Simak Video "Nikmati Sejarah di The Heritage Palace, Sukoharjo"

(apu/apu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork