Sopir sepur kelinci yang terguling di jalur perbukitan wilayah Desa Krikilan, Kecamatan Bayat, Klaten, kemarin ternyata berstatus residivis. Sopir yang mengangkut rombongan ibu-ibu PKK itu pernah dipenjara empat bulan karena kasus kecelakaan serupa di Wonogiri.
"Dari keterangan, yang bersangkutan pernah dihukum empat bulan kasus kecelakaan serupa. Kejadiannya di Wonogiri, (saat itu) satu penumpang akhirnya meninggal," kata Kanit Gakkum Sat Lantas Polresta Klaten Iptu Ryan Dwi Prabowo kepada detikJateng, Senin (14/9/2026).
Adapun kecelakaan di Klaten pada Minggu (13/9) kemarin menyebabkan 11 penumpang dilarikan ke RS. Polisi masih menyelidiki kecelakaan tersebut. Barang bukti berupa sepur kelinci alias odong-odong sudah diamankan di unit Gakkum Sat Lantas Polresta Klaten
"Barang bukti kereta kelinci sudah diamankan di unit Gakkum. Kita juga menunggu perkembangan kondisi korban," ujar Ryan.
Salah seorang warga sekitar lokasi kejadian, Purwanto, mengatakan sepur kelinci itu melaju dari arah Bayat menuju rawa Jombor. Sepur kelinci itu mengalami kecelakaan di tanjakan.
"Naik tidak kuat, kereta mundur. Yang belakang terguling," kata Purwanto kepada awak media.
Menurut Purwanto, sepur kelinci penuh penumpang, ada sekitar 40-an orang. Dia bilang tiga penumpang di antaranya terluka parah.
"Korban saya angkat ada dua, kira-kira tinggi (lokasi kejadian) 2-3 meter. Yang parah tiga orang, satu anak dan dua ibu-ibu, lukanya bagian kaki," ujar Purwanto.
Angkut Rombongan Ibu-ibu PKK
Diberitakan sebelumnya, sepur kelinci itu mengalami kecelakaan di jalan Dukuh Madirejo, Desa Krikilan, Bayat, Klaten, pada Minggu (13/9) siang. Gerbong kereta terguling di lereng setinggi sekitar tiga meter.
"Nanjak sampai sini tidak kuat. Yang terguling hanya bagian (gerbong) belakang," ungkap sopir kereta kelinci, Sriyono (67) di lokasi kepada detikJateng, Minggu (13/9/2026).
Pantauan detikJateng, lokasi berupa jalan desa di tengah perbukitan jati. Gerbong terguling di kanan jalan di kebun jati.
Kendaraan itu tidak mengalami kerusakan, termasuk gerbongnya. Evakuasi dilakukan warga dan gerbong dibawa dengan derek.
Para penumpang yang terluka dilarikan warga sekitar ke RSUD Bagas Waras Klaten. Sedangkan sisanya dijemput keluarganya dibawa pulang.
Sopir kereta kelinci, Sriyono yang merupakan warga Weru, Kabupaten Sukoharjo mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Menurut Sriyono, penumpang sekitar 50 orang dengan dua gerbong. Penumpang ibu PKK dari Desa Beji, Kecamatan Pedan.
"Rombongan ibu PKK dari Beji, Pedan. Tadi bilang sekitar 50 orang," lanjut Sriyono.
Anggota Unit Gakkum Sat Lantas Polresta Klaten, Aipda Demas Nur Candra juga menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Kereta kelinci itu terdiri dari dua gerbong dan melaju dari arah selatan.
"Kereta dari arah selatan ke utara (arah Rowo Jombor). Lalu menanjak tapi melorot ke belakang dan satu terguling," terang Demas kepada detikJateng di lokasi.
Dijelaskan Demas, korban di gerbong yang terguling dibawa ke RSUD Bagas Waras dan RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro. Jumlah data korban sementara ada 11 orang.
"Sementara yang hanya rekam medis di RSUD Bagas Waras ada sembilan orang, satu orang dirawat dan dua dirawat di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro," ungkap Demas.
"Untuk kereta ini kita amankan di unit Gakkum Sat Lantas Polresta Klaten," pungkasnya.
Simak Video "Berenang Ceria Bersama Mermaid di Umbul Ponggok, Klaten"
(dil/apl)