7 Tokoh Jateng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Berikut Jasanya

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 26 Agu 2026 19:03 WIB
Kirab budaya Kiai Soleh Darat di Kampung Melayu, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Minggu (19/4/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Tujuh tokoh di wilayah Jawa Tengah diusulkan menjadi pahlawan nasional. Berikut jasa-jasa mereka.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Isriadi Widodo mengatakan tahun ini ada dua tokoh baru yang diusulkan sebagai pahlawan nasional tahun ini. Sementara lima tokoh lainnya sudah pernah diajukan namun belum disetujui, sehingga ikut diusulkan kembali.

"Jawa Tengah untuk yang diusulkan di tahun 2026 itu sebenarnya dua, Mbah Kiai Haji Sholeh Darat dari Kota Semarang dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas. Namun demikian masih ada lima yang belum mendapatkan persetujuan dari Pak Presiden. Itu tetap kita sampaikan kembali. Jadi ada tujuh total yang kita usulkan," kata Isriadi di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (26/8/2026).

Isriadi menyebut proses pengusulan pahlawan nasional tidak langsung diusulkan dari provinsi, melainkan bertahap dari masyarakat. Usulan tersebut akan diverifikasi pada tingkat kota/kabupaten dan provinsi sebelum diusulkan ke tingkat pusat.

"Ada Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) yang ada di kabupaten. Kemudian nanti rekomendasinya Pak Bupati. Maju ke provinsi itu juga kita punya TP2GD itu juga di provinsi juga ada," ujar Isriadi.

"Jadi, dari kabupaten sudah dikaji, provinsi dikaji, rekomendasinya nanti Pak Gubernur ya. Ini proses yang perlu diluruskan, jadi bukan usulan dari Pemprov," tambahnya.

Isriadi menjelaskan, setelah seluruh proses administrasi terpenuhi, tokoh-tokoh yang diusulkan tidak langsung ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Penetapan tersebut merupakan hak prerogatif dari Presiden RI.

"Di akhir di Kementerian Sosial tentunya kalau secara administrasi sudah lengkap itu hak prerogatif ada di Pak Presiden dengan pertimbangan dari dewan gelar yang ada di pusat," jelas Isriadi.

Isriadi mengungkapkan, Margono Djojohadikusumo yang merupakan kakek Presiden Prabowo Subianto diusulkan dari Kabupaten Banyumas. Jasa dan karya-karyanya banyak di bidang ekonomi pascakemerdekaan.

"Beliau ini kan pendiri bank pertama BNI46. Jadi pada saat negara Republik Indonesia sedang merdeka itu yang menginisiasi pendirian bank pertama ini kan berdampak kepada pada perekonomian negara. Ini jasa beliau yang paling dominan itu," ucap Isriadi.

"Di samping beliau juga selaku anggota BPUPKI, Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia. Kemudian beliau juga sempat menjadi ketua DPA di awal-awal masa kemerdekaan. Ini kan jasa-jasa yang tidak bisa disederhanakan," tambahnya.

Isriadi menyampaikan Margono juga merupakan pejuang diplomasi melalui penasihat perundingan komisi tiga negara, anggota delegasi Roem Roijen, hingga penasehat Konferensi Meja Bundar.

"Jadi dominannya terkait dengan perekonomian, namun jasa-jasa beliau ini masih banyak lagi," kata Isriadi.

Pahlawan nasional lain yang baru diusulkan tahun ini dari Kota Semarang yakni KH Sholeh Darat. Menurut Isriadi, peranan tokoh ini sangat besar pada perkembangan Islam termasuk dalam proses pendirian dua organisasi besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

"Beliau ini memiliki peran dalam perkembangan Islam, pendidikan, dan kesadaran kebangsaan di Indonesia. Beliau adalah perintis dakwah Islam yang menggunakan bahasa lokal. Ini menghasilkan murid yang menjadi pendiri NU, Pak Hasyim Asy'ari dan Muhammadiyah, Pak Kiai Haji Ahmad Dahlan," ujar Isriadi.

Sementara usulan sebelumnya yang diajukan kembali oleh Provinsi Jawa Tengah salah satunya adalah Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati. Tokoh tersebut diusulkan dari Kabupaten Purworejo.

"Beliau ini seorang dokter. Kemudian jasa beliau dalam hal persandian dan telekomunikasi. Ini yang diusulkan dari Kabupaten Purworejo," jelas Isriadi.




(dil/apl)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork